KUTAI TIMUR – Kerusakan kembali terjadi pada Jembatan Spaso yang berada di jalur poros Bengalon-Kaliorang. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional karena ruas yang terdampak merupakan bagian dari jaringan jalan nasional.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kutai Timur, Noviari Noor, menyampaikan kerusakan kembali muncul setelah sebelumnya dilakukan perbaikan sementara untuk menjaga agar kendaraan tetap dapat melewati jembatan.

Penanganan awal menggunakan plat sebagai solusi sementara. Namun, sekitar satu pekan setelah perbaikan dilakukan, bagian jembatan kembali mengalami ambruk dan mengganggu kondisi akses di jalur tersebut.

Situasi di sekitar jembatan juga menjadi perhatian dalam menentukan langkah perbaikan. Permukiman warga berada di kedua sisi jalan, sehingga pekerjaan nantinya perlu mempertimbangkan keselamatan masyarakat serta kelancaran arus kendaraan.

Kewenangan pemerintah daerah dalam menangani kerusakan tersebut terbatas karena ruas jalan berstatus nasional. Kondisi terbaru di lapangan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Balai Jalan Nasional untuk menentukan penanganan yang diperlukan.

“Yang jelas, Pemkab Kutai Timur akan berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional untuk penanganan ruas tersebut, karena status jalannya merupakan jalan nasional,” kata Noviari.

Sembari menunggu penanganan pada akses utama, jalur alternatif menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan. Pilihan tersebut diperlukan agar pergerakan masyarakat tetap dapat berlangsung apabila jembatan belum memungkinkan dilalui secara normal.

Noviari menambahkan, unsur teknis dari bidang pekerjaan umum dapat dilibatkan sesuai kewenangan masing-masing. Penanganan sementara menjadi langkah yang dapat dilakukan sambil menunggu keputusan teknis untuk perbaikan berikutnya.

Jembatan Spaso merupakan bagian dari jalur Bengalon-Kaliorang yang mendukung konektivitas antarwilayah di Kutai Timur. Pemerintah daerah juga telah menjalankan program kontrak tahun jamak atau multiyears 2026 untuk pembangunan sejumlah jalan dan jembatan sebagai bagian dari peningkatan akses antarkecamatan.

“Pembangunan jalan dan jembatan untuk mendukung akses antarkecamatan sudah kita mulai melalui kontrak multiyears, termasuk konektivitas dari ibu kota kabupaten menuju kecamatan,” ujar Noviari.(adv/mei)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *