SANGATTA – Komandan Kodim (Dandim) 0909/Kutai Timur, Letkol Czi Zaenal Abidin, menegaskan komitmen TNI dalam mengawal pelaksanaan program strategis pemerintah, termasuk pengembangan Koperasi Desa Merah Putih yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di desa.
Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus menekan harga kebutuhan pokok melalui jalur distribusi yang lebih pendek dan efisien.
“Keinginan Presiden adalah bagaimana koperasi ini bisa memajukan dan membantu masyarakat yang ada di desa,” ujar Letkol Czi Zaenal Abidin saat ditemui usai kegiatan di Sangatta.
Ia menjelaskan, saat ini pembangunan sarana Koperasi Desa Merah Putih masih berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah, termasuk di Kabupaten Kutai Timur.
Dari total 116 titik pembangunan yang tersebar di 18 kecamatan, sebanyak 22 titik telah selesai dibangun. Meski demikian, sebagian bangunan masih belum dapat difungsikan secara optimal karena terkendala sarana pendukung seperti listrik dan jaringan air bersih.
“Ada yang instalasinya sudah selesai tetapi listriknya belum masuk, ada juga yang masih menunggu sambungan air bersih,” katanya.
Selain persoalan infrastruktur pendukung, penentuan lokasi pembangunan koperasi juga menjadi tantangan tersendiri. Sebab, lokasi pembangunan harus berasal dari aset desa atau lahan hibah yang nantinya akan menjadi aset koperasi dan desa.
Beberapa desa bahkan mengalami kesulitan menyediakan lahan yang memenuhi syarat karena kondisi geografis maupun keterbatasan lahan yang strategis.
Zaenal Abidin mencontohkan, terdapat sejumlah lokasi koperasi yang dinilai kurang mudah dijangkau masyarakat sehingga berpotensi memengaruhi tingkat kunjungan dan aktivitas ekonomi nantinya.
Karena itu, pemerintah mulai melakukan evaluasi agar pembangunan tahap berikutnya benar-benar mempertimbangkan aspek strategis lokasi.
“Setelah ada evaluasi, lokasi koperasi ke depan harus strategis agar mudah dijangkau masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan koperasi desa diharapkan mampu menghadirkan harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau melalui kerja sama langsung dengan produsen maupun distributor utama.
Dengan sistem tersebut, rantai distribusi yang selama ini cukup panjang dapat dipangkas sehingga harga barang di tingkat masyarakat menjadi lebih murah dan stabil.
Meski sejumlah bangunan telah selesai dibangun, hingga saat ini belum ada Koperasi Desa Merah Putih di Kutai Timur yang telah beroperasi secara penuh.
Operasional koperasi masih menunggu pengadaan berbagai sarana dan prasarana pendukung seperti rak penyimpanan, perlengkapan toko hingga kendaraan operasional yang akan disediakan melalui mekanisme pemerintah pusat dan kementerian terkait disediakan melalui mekanisme oleh PT Agrinas.
Secara nasional, pemerintah menargetkan sekitar 10 ribu koperasi dapat mulai beroperasi pada Agustus mendatang, meski sebagian besar masih berada di wilayah Pulau Jawa.
Selain pengawalan program koperasi desa, Letkol Czi Zaenal Abidin menyebut Kodim 0909/Kutai Timur juga akan fokus mendukung berbagai program pembangunan daerah lainnya seperti pembangunan infrastruktur, penyediaan air bersih hingga penguatan ketahanan wilayah.
Di internal satuan, perhatian juga diarahkan pada peningkatan kesejahteraan prajurit dan keluarganya, termasuk pemenuhan kebutuhan rumah dinas serta kondisi sosial ekonomi anggota.
“Tugas pertama kami adalah memastikan kesejahteraan anggota, mulai dari kondisi keluarga hingga kebutuhan tempat tinggal personel,” jelasnya.
Terkait kekuatan personel, Dandim mengungkapkan bahwa Kodim 0909/Kutai Timur saat ini masih mengalami kekurangan anggota.
Dari kebutuhan ideal lebih dari 400 personel, jumlah yang tersedia saat ini baru mencapai sekitar 37 persen atau sekitar 180 personel aktif.
Kondisi tersebut, menurutnya, juga dialami oleh sebagian besar Kodim di wilayah Kalimantan Timur karena penambahan personel baru masih diprioritaskan untuk pengisian satuan-satuan baru, termasuk Batalyon Teritorial Pembangunan yang tengah dipersiapkan pemerintah.
“Meskipun masih ada keterbatasan personel, kami tetap berupaya melaksanakan seluruh tugas pengamanan dan pengawalan program pemerintah secara maksimal,” pungkasnya.(Nad)
