KUTAI TIMUR – Rangkaian Festival Sekerat Nusantara 2026 resmi diawali dengan pelaksanaan ritual adat Belian Semega di Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur. Prosesi sakral tersebut menjadi pembuka seluruh rangkaian festival sekaligus tahapan penting sebelum pelaksanaan ritual adat Mengulur Naga yang akan digelar pada 12 Juli mendatang.

Dalam ritual tersebut, para tetua adat dan pengenjong Belian menyiapkan balai adat bertingkat sebagai tempat berkumpulnya para dewa serta tali angin, yaitu lokasi peletakan sesajen yang dipersembahkan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan penguasa alam.

Masyarakat adat meyakini bahwa melalui prosesi Belian Semega, para dewa diundang untuk hadir dan menunjuk Raja Laut, sosok yang akan memimpin prosesi Mengulur Naga pada puncak Festival Sekerat Nusantara.

Ketua Panitia Pelaksana Festival Sekerat Nusantara 2026, Muhammad Yafi Akbar, mengatakan Belian Semega bukan sekadar seremoni pembuka, melainkan bagian dari ritual adat yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Sekerat.

“Malam ini kami melaksanakan Belian Semega sebagai rangkaian pembukaan Festival Sekerat Nusantara. Dalam prosesi ini kami mengundang para dewa melalui ritual adat untuk menentukan Raja Laut yang nantinya memimpin prosesi Mengulur Naga pada puncak festival tanggal 12 Juli. Seluruh proses penunjukan dilakukan secara adat dan hanya dipimpin oleh para tetua serta sesepuh Belian sesuai warisan leluhur,” ujar Muhammad Yafi Akbar.

Ia menjelaskan, seluruh tahapan penunjukan Raja Laut dilakukan secara adat dan menjadi kewenangan para dukun serta sesepuh Belian. Proses tersebut tidak dapat diikuti oleh masyarakat umum karena merupakan bagian dari tradisi sakral yang dijaga turun-temurun.

Usai pelaksanaan Belian Semega, rangkaian Festival Sekerat Nusantara akan berlanjut pada 10 Juli dengan prosesi tepung tawar sebagai bentuk doa dan permohonan keselamatan.

Selanjutnya, puncak festival akan digelar pada 12 Juli melalui ritual Mengulur Naga, tradisi adat masyarakat Kutai pesisir yang menjadi simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus ungkapan syukur atas kehidupan yang berdampingan dengan laut.

Melalui penyelenggaraan Festival Sekerat Nusantara, masyarakat berharap warisan budaya Belian Semega dan Mengulur Naga tetap lestari, dikenal lebih luas oleh masyarakat, serta menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkuat identitas Desa Sekerat sebagai salah satu pusat pelestarian adat di Kabupaten Kutai Timur.(IB)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *