SANGATTA – Pemerintah Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, terus memperkuat pelestarian adat Belian Semega sebagai identitas budaya sekaligus daya tarik utama pariwisata desa. Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan generasi muda dalam setiap rangkaian ritual agar warisan leluhur tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Kepala Desa Sekerat, Sunandhika, mengatakan Belian Semega merupakan tradisi turun-temurun yang diwariskan oleh para leluhur masyarakat Desa Sekerat dan hingga kini masih terus dijaga. Ritual tersebut memiliki kekhasan karena memadukan tiga unsur utama, yakni dewa, tanah, dan laut, sehingga menjadi pembeda dibanding tradisi belian di daerah lain.

“Belian Semega adalah warisan nenek moyang kami yang sampai hari ini terus kami jaga. Inilah yang menjadi identitas sekaligus pembeda Desa Sekerat dalam pengembangan sektor pariwisata,” ujarnya.

Menurut Sunandhika, Belian Semega saat ini telah melalui proses verifikasi sebagai usulan Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Bahkan, usulan tersebut telah dibahas bersama perwakilan dari 38 provinsi dan kini tinggal menunggu hasil penetapan dari pemerintah pusat.

Ia berharap proses tersebut dapat berjalan lancar sehingga Belian Semega resmi diakui sebagai warisan budaya nasional yang semakin memperkuat posisi Desa Sekerat sebagai destinasi wisata budaya di Kutai Timur.

Untuk menjaga keberlanjutan tradisi, pemerintah desa secara aktif melibatkan anak-anak muda dalam setiap pelaksanaan ritual. Tidak hanya menjadi penonton, mereka juga didorong ikut terlibat langsung agar memahami makna dan nilai yang terkandung dalam adat tersebut.

Meski demikian, Sunandhika mengakui tantangan terbesar saat ini adalah menumbuhkan minat generasi muda terhadap budaya lokal. Karena itu, pemerintah desa membentuk berbagai wadah seperti Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), organisasi adat, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai ruang bagi anak muda untuk ikut mengembangkan potensi desa.

Selain menjaga keaslian tradisi, Pemerintah Desa Sekerat juga tengah menyusun konsep penyajian Belian Semega agar lebih menarik bagi wisatawan tanpa menghilangkan nilai sakralnya. Salah satunya melalui penguatan narasi setiap malam pelaksanaan ritual yang berlangsung selama tujuh malam, termasuk penyesuaian kostum dan penyampaian cerita agar lebih mudah dipahami masyarakat.

“Kami ingin pengemasannya menarik, tetapi tidak mengurangi makna adat itu sendiri. Nilai sakralnya tetap harus dijaga,” tegasnya.

Sunandhika menegaskan pengembangan pariwisata Desa Sekerat akan tetap bertumpu pada kekuatan budaya lokal. Menurutnya, bentang pantai yang dimiliki Sekerat memang indah, namun karakter budaya menjadi pembeda yang tidak dimiliki daerah lain.

Ia mencontohkan, keberhasilan daerah wisata seperti Bali tidak hanya karena keindahan alam, tetapi juga kuatnya pelestarian adat dan budaya yang menjadi daya tarik wisatawan.

“Pantai banyak yang punya, tetapi identitas budaya itulah yang membuat wisatawan datang. Karena itu kami ingin Belian Semega menjadi kekuatan utama pariwisata Desa Sekerat,” katanya.

Selain wisata budaya, Pemerintah Desa Sekerat juga terus mengembangkan berbagai destinasi pendukung seperti wisata paralayang, air terjun, wisata sawah, serta peningkatan fasilitas wisata. Saat ini masyarakat telah menyediakan sejumlah penginapan di kawasan pantai, sementara bangunan bekas sekolah dasar yang telah dipindahkan direncanakan akan dialihfungsikan menjadi homestay guna menambah kapasitas akomodasi wisatawan.

Dalam rangkaian Festival Sekerat Nusantara, Belian Semega menjadi prosesi utama yang di dalamnya terdapat ritual Mengulur Naga, yakni tradisi mengantarkan simbol penolak bala menuju laut sebagai bentuk doa agar kampung terhindar dari marabahaya serta diberikan keselamatan dan keberkahan.

Bagi Pemerintah Desa Sekerat, pelestarian budaya bukan hanya menjaga tradisi leluhur, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk membangun pariwisata berbasis kearifan lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Nad)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *