Sangatta – Teriakan riang, gelak tawa, dan semangat berlari memenuhi Lapangan Helipad Bukit Pelangi, Sabtu (6/6). Di lokasi yang biasanya menjadi ruang terbuka bagi masyarakat, ratusan warga seakan diajak kembali ke masa kecil melalui kegiatan Kumpul Seru Main Lagi, sebuah ajang yang menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai jarang terlihat di era digital.

Sebanyak 130 peserta dari berbagai usia memadati lapangan sejak sore hari. Tak ada gawai di tangan, tak ada kesibukan media sosial. Yang terlihat hanyalah kelompok-kelompok warga yang larut dalam keseruan bermain gobak sodor, benteng, kasti, kelereng, hingga lompat tali.

Suasana hangat dan penuh keakraban langsung terasa. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa berbaur tanpa sekat usia. Mereka saling menyemangati, tertawa bersama saat terjatuh, dan menikmati setiap momen permainan yang mengingatkan pada masa-masa sederhana sebelum teknologi mendominasi kehidupan sehari-hari.

Koordinator kegiatan, Wily Christian, mengatakan antusiasme masyarakat pada pelaksanaan seri kedua ini meningkat cukup signifikan dibanding kegiatan sebelumnya.

“Peserta kami mencapai 130 orang. Fokusnya memang permainan tradisional seperti kasti, gobak sodor, benteng, kelereng, dan lompat tali,” ujarnya.

Menurut Wily, salah satu keunikan kegiatan ini adalah kemampuannya mempertemukan berbagai generasi dalam satu ruang yang sama. Mulai dari Gen Z, generasi milenial, hingga peserta yang sudah berkeluarga ikut larut dalam permainan yang pernah menjadi bagian dari masa kecil mereka.

Bukan sekadar bermain, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membangun kembali interaksi sosial yang kini semakin tergerus oleh kebiasaan beraktivitas melalui layar.

Melihat tingginya minat masyarakat, panitia berencana menjadikan Kumpul Seru sebagai agenda rutin bulanan. Bahkan, sebuah komunitas bernama Kumpul Seru telah dibentuk sebagai wadah untuk menjaga keberlanjutan kegiatan tersebut.

“Kami ingin permainan tradisional tetap hidup dan tidak hilang ditelan zaman. Ini bagian dari upaya menjaga warisan budaya bermain yang dulu sangat dekat dengan kehidupan kita,” kata Wily.

Ia menambahkan, dukungan dan perhatian yang datang tidak hanya dari peserta, tetapi juga dari berbagai pihak yang mulai tertarik untuk ikut berkolaborasi dalam pengembangan kegiatan serupa.

Di tengah rutinitas pekerjaan, tuntutan kehidupan modern, dan padatnya aktivitas sehari-hari, Kumpul Seru menjadi ruang sederhana yang menghadirkan kebahagiaan tanpa banyak syarat. Sebuah kesempatan untuk berhenti sejenak, melepas penat, dan kembali merasakan kebebasan masa kecil yang mungkin sudah lama terlupakan.

“Terutama bagi teman-teman yang sudah bekerja dan berkeluarga, ini menjadi momen untuk bermain lagi, tertawa lagi, dan mengenang masa kecil bersama,” tutupnya.(IB)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *