SANGATTA – Penggagas Pulau Perancis sekaligus pengembang kawasan wisata dan perikanan Tambak Muara Gabus, Herlang Mappatiti, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis masyarakat pesisir. Pada Senin, 8 Juni 2026, Herlang melakukan penebaran sebanyak 50.000 benih ikan kakap yang didatangkan dari Bali di kawasan Tambak Muara Gabus, Kabupaten Kutai Timur.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan sektor perikanan berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada hasil budidaya, tetapi juga mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.

Herlang Mappatiti menjelaskan bahwa program budidaya ikan kakap ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat daya tarik wisata yang telah dibangun di kawasan Pulau Perancis.

“Penebaran benih ikan kakap ini merupakan investasi jangka panjang. Kami berharap hasilnya nanti tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi tentang budidaya perikanan yang berkelanjutan,” ujar Herlang.

Menurutnya, pengembangan kawasan wisata Pulau Perancis selama ini selalu mengedepankan konsep pelestarian lingkungan dan pemanfaatan potensi alam secara berkelanjutan. Keindahan pantai yang masih alami, panorama pesisir yang memukau, serta suasana yang tenang menjadi daya tarik utama yang terus dipromosikan kepada wisatawan.

Selain mengembangkan budidaya perikanan, Herlang juga membangun sebuah dermaga yang diberi nama Dermaga Nederland. Keberadaan dermaga tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas wisatawan menuju Pulau Perancis dan Tambak Muara Gabus, sekaligus menambah nilai estetika kawasan wisata.

“Dermaga ini kami bangun untuk memudahkan akses pengunjung. Harapannya, wisatawan bisa menikmati keindahan Pulau Perancis sekaligus melihat langsung aktivitas budidaya perikanan yang kami kembangkan,” katanya.

Herlang menambahkan, konsep yang diterapkan di Tambak Muara Gabus merupakan perpaduan antara sektor perikanan dan pariwisata. Selain menjadi lokasi budidaya ikan kakap, kawasan tersebut juga dirancang sebagai destinasi wisata edukatif yang memberikan pengalaman berbeda bagi para pengunjung.

“Kami ingin menciptakan sinergi yang kuat antara wisata dan perikanan. Pengunjung tidak hanya datang untuk berwisata, tetapi juga memperoleh pengetahuan tentang bagaimana budidaya ikan dilakukan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa seluruh benih ikan kakap yang ditebar dibeli secara mandiri sebagai bentuk keseriusan dalam mengembangkan kawasan tersebut. Melalui berbagai inovasi dan pengembangan yang dilakukan, Herlang berharap Pulau Perancis, Dermaga Nederland, dan Tambak Muara Gabus dapat tumbuh menjadi destinasi unggulan baru di Kutai Timur.

“Kami terus berupaya membaca peluang, memahami tantangan, dan beradaptasi dengan kondisi yang ada. Harapan kami, kawasan ini mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat pesisir,” pungkasnya.(IB)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *