Kutai Timur – Kondisi Jalan Ahmad Yani di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, dikeluhkan warga akibat kerusakan yang semakin parah dan mengganggu aktivitas masyarakat. Kerusakan jalan dilaporkan terjadi di sejumlah titik, mulai dari Simpang Tiga PDC hingga arah Kecamatan Kongbeng.
Salah satu warga setempat, Dian Pramudita, menuturkan bahwa kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan semakin memburuk dalam beberapa waktu terakhir.
“Jalannya sudah rusak sejak beberapa tahun terakhir, sekitar dari 2023, tapi sekarang kondisinya jauh lebih parah. Lubangnya makin dalam dan jumlahnya justru bertambah, bukan berkurang,” ujar Dian saat diwawancarai.
Dian yang berdomisili di sekitar Jalan Ahmad Yani, tepatnya di kawasan Sp 2 dan berada di jalur depan jalan provinsi, menyebutkan bahwa kerusakan jalan berdampak langsung pada akses mobilitas masyarakat. Kemacetan kerap terjadi akibat kendaraan harus melambat untuk menghindari lubang-lubang di jalan.
“Setiap bulan itu lubangnya makin dalam. Bukan diperbaiki, malah tambah parah. Akses jadi terganggu, apalagi saat jam-jam sibuk,” jelasnya.
Menurut Dian, kerusakan jalan tidak terjadi secara memanjang, namun bersifat terputus-putus di banyak titik. Meski demikian, kondisi tersebut tetap berbahaya bagi pengguna jalan.
“Lubangnya memang tidak panjang satu jalur penuh, tapi muncul di banyak titik. Habis satu, beberapa kilometer kemudian ada lagi,” tambahnya.
Jalan Ahmad Yani merupakan jalan provinsi yang menjadi jalur utama lalu lintas masyarakat, termasuk kendaraan berat.
Selain mengganggu akses, kondisi jalan yang rusak juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Dian mengungkapkan bahwa beberapa kecelakaan lalu lintas pernah terjadi di lokasi tersebut, terutama kecelakaan tunggal.
“Beberapa kali saya dengar ada kecelakaan, biasanya kecelakaan tunggal. Jalan licin dan lubang kalau malam tidak kelihatan, apalagi kalau tergenang air,” ungkapnya.
Dian juga menyampaikan bahwa pada 31 Desember 2025 lalu, sejumlah titik jalan yang rusak sempat ditimbun secara swadaya oleh komunitas Pesut Wakom. Namun, perbaikan tersebut bersifat sementara dan kini kondisi jalan masih sulit untuk dilalui jika hujan.
“Sudah sempat ditimbun swadaya, tapi sekarang begitu hujan turun, jalannya pun akan kembali licin dan membahayakan warga yang sedang melintas” jelasnya.
Atas kondisi tersebut, Dian berharap pemerintah dapat segera turun tangan untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh. Ia juga menekankan pentingnya perhatian yang merata bagi masyarakat di wilayah kecamatan.
“Harapannya ada perbaikan nyata dan pemerintah bisa turun langsung melihat kondisi di lapangan. Supaya masyarakat di beberapa kecamatan juga mendapatkan hak yang sama, tidak hanya yang dekat dengan pusat pemerintahan,” pungkasnya.(HW)
