SANGATTA – Ambisi Kabupaten Kutai Timur untuk memperbaiki posisi klasemen pada Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur (Porprov) 2026 mulai terlihat dari langkah awal yang disiapkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Timur.
Setelah hasil babak kualifikasi (BK) seluruh cabang olahraga menempatkan Kutim di peringkat keempat, KONI Kutim kini membidik peringkat ketiga pada Porprov Kaltim 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Paser pada November mendatang.
Untuk mewujudkan target tersebut, Komite Olahraga Nasional Indonesia Kutai Timur mengusulkan anggaran sekitar Rp50 miliar guna memaksimalkan persiapan atlet dan pembinaan cabang olahraga.
Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono, mengatakan seluruh cabang olahraga yang diikuti Kutai Timur telah melewati tahapan prakualifikasi dengan hasil menggembirakan.
“Dari semua cabang olahraga yang kita ikuti, atlet Kutai Timur lolos di babak prakualifikasi. Artinya, dari sisi kesiapan atlet, kita sudah siap,” ujar Rudi, Minggu (4/1).
Pada Porprov Kaltim 2026, jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan juga bertambah. Dari sebelumnya 63 cabang, kini menjadi 64 cabang olahraga dengan masuknya barongsai sebagai cabor baru. Kutai Timur memastikan akan ambil bagian di seluruh nomor yang dipertandingkan.
“Insyaallah Kutai Timur akan mengikuti semua cabang olahraga yang ada di Porprov,” kata Rudi.
Dari sisi kekuatan kontingen, KONI Kutim memperkirakan akan menurunkan sekitar 700 hingga 800 atlet, seluruhnya merupakan atlet yang lolos BK. Jumlah tersebut mencerminkan luasnya partisipasi Kutim di hampir seluruh cabang olahraga.
Meski demikian, Rudi mengakui belum semua atlet menjalani uji fisik secara menyeluruh. Fokus utama saat ini adalah memastikan atlet-atlet yang telah lolos dapat dipersiapkan secara optimal menjelang Porprov.
Hasil BK, menurut Rudi, menjadi pijakan penting untuk evaluasi pembinaan. Atlet yang sebelumnya hanya lolos tanpa meraih medali akan didorong meningkatkan prestasi. Atlet peraih perak dan perunggu ditargetkan naik ke emas, sementara peraih emas diharapkan mampu mempertahankan capaian.
“Pekerjaan rumah kami ke depan adalah meningkatkan kualitas atlet. Yang kemarin hanya lolos, kita dorong bisa meraih medali. Yang perak dan perunggu ditingkatkan ke emas, dan yang emas bisa mempertahankan,” pungkasnya.
Dengan strategi tersebut, Kutai Timur berharap dapat memperbaiki posisi dari peringkat keempat hasil BK menjadi tiga besar pada Porprov Kaltim 2026, sekaligus menegaskan konsistensi pembinaan olahraga daerah.(IB)
