Menjelang perayaan Tahun Baru 2026, sejumlah pedagang musiman mulai bermunculan di berbagai titik di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Salah satunya adalah Taka, penjual kembang api yang berjualan di kawasan Pinang Dalam.

Taka mengaku telah menekuni usaha berjualan kembang api selama beberapa tahun terakhir, meskipun sifatnya musiman. Tahun ini, ia baru sekitar tiga hari membuka lapak menjelang pergantian tahun. Berbeda dari pedagang yang memiliki kios tetap, Taka berjualan menggunakan mobil dan tidak memiliki cabang usaha.

“Jualannya di mobil saja, enggak ada cabang. Ini juga bukan punya pribadi, ada bosnya,” ujar Taka saat ditemui di lokasi jualan.

Sebelum beralih ke usaha kembang api, Taka diketahui bekerja sebagai penjual buah. Namun, karena usahanya sempat terhenti lebih dari satu tahun, ia memilih kembali berdagang secara musiman demi menyambung penghasilan.

“Dulu jualan buah juga di sini sama di Pasar Induk. Tapi sekarang di Pasar Induk sudah enggak dibolehin pakai mobil,” jelasnya.

Untuk modal dagangan kembang api tahun ini, Taka menyebutkan jumlahnya mencapai sekitar Rp10 juta. Kembang api yang dijual pun bervariasi, mulai dari harga Rp5.000 hingga ratusan ribu rupiah, tanpa batasan pembelian bagi konsumen.

Ia biasanya mulai berjualan sejak sore hingga larut malam, bahkan terkadang sampai pukul 12 malam, menyesuaikan dengan ramainya pembeli.

Menjelang pergantian tahun, Taka pun menyampaikan harapannya untuk masyarakat Kutai Timur. “Semoga tahun depan, khususnya warga Kutim, semakin sehat dan semuanya lancar,” tuturnya.

Taka yang berusia sekitar 30-an tahun ini berharap momen Tahun Baru 2026 dapat membawa rezeki lebih baik, baik untuk dirinya maupun masyarakat sekitar.(Mei)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *