Kutai Timur – Dalam rangka memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 23 Desember 2025, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Kutai Timur menggelar kegiatan bertema Penguatan Peran Perempuan dalam Politik. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Partai Demokrat untuk mendorong keterlibatan perempuan dalam demokrasi dan kepemimpinan politik di daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DPC Partai Demokrat Kutai Timur Ir. H. Ordiansyah, Sekretaris DPC Zainul Arifin, panitia pelaksana Irwansyah, serta kader-kader Partai Demokrat, khususnya kader perempuan.
Ketua DPC Partai Demokrat Kutai Timur, Ordiansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab partai politik dalam mengambil peran aktif membangun demokrasi yang inklusif. Menurutnya, perempuan harus diberi ruang dan kesempatan yang lebih besar untuk terlibat dalam politik, mengingat jumlah perempuan hampir setara dengan laki-laki.
“Perempuan itu sekitar 50 persen dari jumlah penduduk. Seharusnya perannya di legislatif juga setara. Saat ini keterwakilan perempuan masih sangat minim, hanya 6 dari 40 anggota DPRD. Ke depan kita berharap bisa lebih dari 30 persen,” ujar Ordiansyah.
Ia mengakui bahwa Partai Demokrat Kutai Timur pada periode sebelumnya belum memiliki wakil perempuan di DPRD. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini Demokrat mulai melakukan persiapan sejak dini dengan mendorong munculnya calon-calon legislatif perempuan yang berkualitas.
“Kami tidak ingin terburu-buru. Kami menyiapkan kader perempuan dari jauh-jauh hari agar mereka benar-benar siap menjadi wakil rakyat,” tambahnya.
Ordiansyah juga menyoroti tantangan utama perempuan dalam dunia politik yang masih kuat dipengaruhi budaya patriarki, di mana laki-laki kerap mendominasi pengambilan kebijakan. Kondisi ini sering membuat perempuan merasa minder dan enggan terjun ke politik.
“Karena itu kami mengajak perempuan untuk duduk bersama, berdiskusi, dan membicarakan kepentingan perempuan. Supaya ke depan mereka tidak merasa malu atau rendah diri. Politik itu bukan hanya milik laki-laki, tapi juga milik perempuan,” tegasnya.
Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas kader perempuan, DPC Partai Demokrat Kutai Timur secara aktif merekrut perempuan-perempuan potensial untuk bergabung menjadi kader partai. Selain itu, partai juga membuka ruang diskusi dan pembinaan agar kader perempuan memiliki kompetensi dan kesiapan menghadapi dinamika politik yang sesungguhnya.
Pada kesempatan tersebut, Ordiansyah juga menyampaikan pesan kepada perempuan, khususnya generasi muda, agar tidak ragu terlibat dalam dunia politik. Ia menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi dan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Perempuan harus sadar bahwa perannya sangat penting. Jangan rendah diri dan jangan malu. Politik juga milik perempuan,” ujarnya.
Ke depan, Partai Demokrat Kutai Timur berharap partisipasi politik perempuan semakin meningkat, baik sebagai pemilih maupun sebagai pemimpin. Dengan meningkatnya jumlah dan kualitas perempuan di DPRD, Ordiansyah berharap kebijakan yang lahir dapat lebih responsif terhadap persoalan-persoalan perempuan.
“Kalau perempuan di DPRD lebih banyak dan berkualitas, maka masalah-masalah perempuan bisa diselesaikan melalui kebijakan yang dibuat oleh perempuan sendiri,” pungkasnya.(Mei)
