Kutai Timur, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur (Kutim) menerima bantuan peralatan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan itu diharapkan mempercepat respons petugas saat titik api ditemukan di wilayah Kutim yang luas.
Penyerahan dilakukan secara simbolis dalam Rapat Teknis Penanganan Darurat Karhutla Provinsi Kalimantan Timur di Bendungan Sepaku Semoi lalu. Kepala BPBD Kutim, Sulastin, menerimanya mewakili Bupati Kutim.
Kutim menjadi satu dari tujuh kabupaten/kota di Kaltim yang mendapat dukungan melalui Dana Siap Pakai (DSP). Bantuan yang diterima berupa dua pompa jinjing 2 HP, dua nozzle 2,5 inci, lima roll selang 2,5 inci, dua Y Connector, lima roll selang 1,5 inci, dan dua nozzle 1,5 inci. BNPB juga menyerahkan 10 set alat pelindung diri (APD), 20 pompa punggung, dan 30 gebyok api.
Sulastin menyatakan bantuan itu akan memperkuat kemampuan tim lapangan dalam mendeteksi dan memadamkan api dengan cepat. Luasnya wilayah Kutim membuat kecepatan bergerak menjadi faktor penting. Keterlambatan penanganan membuat api makin sulit dikendalikan, apalagi di lokasi dengan akses terbatas.
Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya soal pemadaman. Pencegahan dan deteksi dini menjadi prioritas, termasuk lewat patroli dan pemantauan wilayah.
“Lebih baik mencegah dan merespons sejak awal,” tegas Sulastin.
BPBD Kutim juga memperkuat kolaborasi dengan TNI, Polri, perangkat daerah terkait, dan masyarakat. Sulastin menilai laporan warga sangat membantu karena makin cepat informasi masuk, makin cepat tim bergerak ke lokasi.
Dalam rapat yang sama, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa saat ini tidak ada kabupaten/kota di Kaltim yang masuk zona merah karhutla. Sebaran titik panas berada pada kategori sedang dan rendah, tetapi daerah diminta tetap menjaga kewaspadaan dan memperkuat koordinasi lintas sektor.(adv/fan)

