Masuki Usia ke-34, Bethany Royal Church Bertekad Perluas Pelayanan hingga Bangsa-Bangsa
INSIGHTBORNEO.COM – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Gereja Bethany Indonesia Jemaat Bethany the Royal Church ke-34 th, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, menjadi momentum untuk melakukan refleksi, evaluasi, serta memperkuat komitmen pelayanan gereja. Hal tersebut disampaikan Gembala Bethany the Royal Church, Agustinus Sagala, saat diwawancarai terkait makna perayaan hari jadi gereja tersebut.
Agustinus menilai, perjalanan selama 34 tahun merupakan waktu yang cukup panjang bagi sebuah gereja untuk bertumbuh dan berkembang. Karena itu, perayaan HUT tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan pelayanan, mengenali kekurangan, serta memperkuat hal-hal yang masih perlu dibenahi.
“Makna HUT adalah saat yang tepat untuk kontemplasi dan refleksi perjalanan. Apa yang lemah diperkuat, yang ketinggalan dipacu,” ujarnya.
Ia menegaskan, perkembangan gereja merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pelayanan, bukan hanya tanggung jawab seorang gembala. Sinergi antartim dan organisasi pelayanan dinilai penting agar seluruh program berjalan searah dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Mengenai sejarah berdirinya Bethany Royal Church, Agustinus menjelaskan bahwa pelayanan tersebut bermula dari pengutusan gereja di Balikpapan, yang kemudian berkembang melalui persekutuan sederhana di sebuah rumah. Penetapan hari jadi gereja mengacu pada pelaksanaan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) pertama yang menjadi tonggak perjalanan pelayanan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Agustinus juga mengungkapkan tekadnya untuk mewujudkan visi dan misi gereja. Visi yang diusung adalah Becoming A Royal Church, yakni menjadi gereja yang menyadari identitasnya sebagai bagian dari Kerajaan Surga. Sementara itu, misinya adalah Sangatta for the Christ Sangatta For The Nation, dengan harapan kehadiran gereja dapat membawa berkat bagi masyarakat Sangatta dan bangsa-bangsa.
Ia bahkan berharap Bethany the Royal Church kelak mampu melahirkan para misionaris yang diutus untuk melayani berbagai bangsa, termasuk wilayah kepulauan Pasifik. Menurutnya, pelayanan gereja harus terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.
Untuk mewujudkan harapan tersebut, Agustinus mengajak seluruh jemaat agar semakin menekankan kehidupan doa. Ia mencontohkan gereja mula-mula yang mampu membawa perubahan besar meskipun memiliki keterbatasan sumber daya.
“Gereja mula-mula berkembang bukan karena uang. Mereka bisa mengguncangkan dunia karena berdoa, doa yang bisa mengguncangkan,” tegasnya.
Melalui perayaan HUT ke-34 ini, Agustinus berharap seluruh jemaat semakin bersatu, memperkuat kehidupan rohani, dan berkomitmen dalam pelayanan. Dengan semangat refleksi, doa, dan kerja sama, Bethany Royal Church diharapkan terus bertumbuh serta menjadi berkat bagi Sangatta, Kutai Timur, dan masyarakat yang lebih luas.

