KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur meningkatkan perhatian terhadap ketersediaan kebutuhan pokok dan energi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pemantauan dilakukan untuk memastikan pasokan tetap tersedia ketika konsumsi masyarakat meningkat.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kutai Timur, Noviari Noor, menyampaikan kondisi inflasi daerah masih relatif terkendali. Namun, sejumlah komoditas pangan masih menunjukkan perubahan harga sehingga tetap masuk dalam pemantauan pemerintah.

Beberapa komoditas yang menjadi perhatian di antaranya cabai rawit, cabai merah dan telur ayam. Sementara harga beras serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya masih berada dalam kondisi yang relatif stabil.

Pengawasan harga dan pasokan dilakukan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Sejauh ini, sembilan bentuk intervensi telah dijalankan, termasuk rencana pasar murah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan saat permintaan meningkat.

“Rapat koordinasi kita laksanakan rutin, terutama menjelang hari besar keagamaan. Kita juga pasti melakukan sidak ke pasar,” kata Noviari.

Upaya menjaga ketersediaan pangan juga didorong dari tingkat rumah tangga. Masyarakat dapat memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah untuk menanam cabai, sayuran, jagung maupun tanaman palawija.

Menjelang Nataru, pengawasan akan kembali melibatkan koordinasi antarinstansi. Pemerintah daerah akan memastikan pasokan sejumlah bahan pokok penting, seperti beras, gula, minyak, telur, daging ayam dan daging sapi tetap berjalan.

Tidak hanya pangan, sektor energi juga menjadi bagian dari pengawasan. Distribusi LPG dan bahan bakar minyak (BBM) akan dipantau, termasuk ketersediaannya di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

“Yang kita jaga itu jangan sampai terjadi kelangkaan barang, terutama bahan pokok penting seperti beras, gula, minyak, telur ayam, daging ayam dan daging sapi. LPG juga jangan sampai langka, begitu juga dengan BBM,” ujar Noviari.

Di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat selama periode Nataru, pemerintah daerah terus memantau pergerakan konsumsi dan daya beli. Pengawasan tersebut diarahkan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi di Kutai Timur.(adv/mei)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *