SANGATTA, – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menerjunkan tim untuk melakukan verifikasi faktual terhadap calon penerima program Rumah Layak Huni (RLH) tahun anggaran 2026. Pemeriksaan langsung ke lapangan ini dilakukan lantaran jumlah usulan yang masuk dari masyarakat jauh melampaui kuota 150 unit yang tersedia.
Alokasi 150 unit rumah baru tipe 36 tersebut rencananya disalurkan untuk warga di tiga wilayah, yakni Kecamatan Bengalon, Muara Wahau, dan Kombeng.
Kepala Bidang Permukiman Dinas Perkim Kutim, Mohammad Noor, menegaskan bahwa penentuan penerima bantuan tidak hanya mengandalkan kelengkapan berkas usulan dari tingkat RT, desa, maupun kecamatan. Tim verifikasi terjun langsung untuk memastikan kondisi riil calon penerima sebelum diputuskan dalam rapat penetapan.
“Tidak ada pemohon yang hanya kami lihat dari berkas. Kami harus melihat langsung kondisi di lapangan sebelum hasilnya dibawa untuk dibahas dan ditetapkan,” ujar Noor.
Secara kalkulasi awal, jika kuota dibagi rata, ketiga kecamatan tersebut akan memperoleh masing-masing sekitar 50 unit. Namun, tingginya angka permohonan memaksa Dinas Perkim menerapkan skala prioritas agar bantuan tepat sasaran sesuai kondisi dan kemampuan anggaran.
Nantinya, bangunan baru tipe 36 yang disiapkan akan memiliki dimensi 6 x 6 meter. Fasilitas rumah mencakup dua kamar tidur berukuran masing-masing 3 x 3 meter, serta dilengkapi satu kamar mandi dan WC.
Program penyediaan rumah layak huni ini sendiri merupakan bagian dari agenda berkelanjutan Pemkab Kutim. Pada 2024, pemerintah daerah telah merealisasikan pembangunan 79 unit rumah baru yang tersebar di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
Jumlah tersebut meningkat pada 2025, dengan terealisasinya pembangunan 205 unit rumah baru serta 473 unit program bedah rumah yang menjangkau empat kecamatan, yaitu Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Teluk Pandan, dan Rantau Pulung.
Sementara untuk skema bedah rumah pada tahun 2026, Noor menambahkan bahwa pengerjaannya masih menunggu kepastian alokasi anggaran melalui APBD Perubahan.
“Kalau untuk bedah rumah, insyaallah akan dianggarkan pada anggaran perubahan sesuai yang disampaikan kepada kami. Sementara untuk pembangunan baru, proses 150 unit ini sedang berjalan,” pungkasnya.(adv/mei)

