SANGATTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan kesiapan kontingen menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur mendatang. Sebanyak 64 cabang olahraga (cabor) ditargetkan tetap diikuti Kutim dengan estimasi sekitar 1.400 atlet.
Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono, mengatakan keputusan awal terkait jumlah cabor yang dipertandingkan sempat berubah dari 64 menjadi 50 cabor akibat penyesuaian anggaran. Namun, berdasarkan pembahasan antara KONI Kaltim, PB dan cabang olahraga, jumlah tersebut diupayakan kembali menjadi 64 cabor.
“Insyaallah tetap di 64 cabang olahraga. Kemungkinan yang berkurang adalah nomor tanding di masing-masing cabor,” ujar Rudi.
Menurutnya, kesiapan atlet Kutim sejauh ini terus berjalan. Dukungan anggaran pemerintah membuat para atlet telah menjalani pemusatan latihan (TC) hingga try out sebagai persiapan menghadapi Porprov.
Rudi menyebut jumlah kontingen Kutim sementara diperkirakan mencapai sekitar 1.400 orang, termasuk atlet, pelatih dan manajer. Namun, angka tersebut masih dalam proses pendataan untuk memastikan seluruh atlet yang diberangkatkan merupakan atlet yang lolos babak kualifikasi.
“Masih dihitung karena kami ingin memastikan yang dikirim benar-benar atlet kita yang lolos BK dan pra-kualifikasi,” katanya.
Terkait target masuk tiga besar, Rudi mengatakan KONI Kutim masih menunggu kepastian nomor pertandingan yang akan dipertandingkan. Pengurangan nomor tanding dinilai dapat memengaruhi perhitungan target medali.
“Kita lihat dulu nomor tanding apa yang dikurangi. Setelah itu baru kita evaluasi lagi,” jelasnya.
Rudi menyebut sejumlah cabor menjadi andalan Kutim, di antaranya tenis meja, barongsai, panjat tebing, atletik serta beberapa cabang olahraga bela diri. Potensi tersebut mengacu pada hasil babak kualifikasi yang telah dilalui para atlet.
Sementara itu, terkait kebutuhan kontingen, Rudi menjelaskan pembiayaan keikutsertaan Porprov berada dalam dukungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim. Mulai dari pakaian, transportasi, akomodasi, konsumsi hingga uang saku atlet dan pelatih akan disiapkan melalui Dispora.
“Cabor terima beres. Sekarang Dispora sedang melakukan pendataan atlet, termasuk manajer dan pelatih,” pungkasnya.
Di sisi lain, Rudi juga memastikan dirinya tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua KONI Kutim pada 2027. Ia menyebut masa kepengurusan KONI berlangsung empat tahun dan regenerasi kepemimpinan perlu dipersiapkan.
“Saya sudah sampaikan kepada teman-teman untuk mencari nahkoda baru. Secara pribadi, tahun 2027 saya tidak mencalonkan kembali,” tegas Rudi.(Nad)
