SANGATTA– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara terus memperkuat literasi keuangan di kalangan generasi muda melalui Financial Literacy Festival Kutai Timur bertema “Generasi Cerdas Keuangan, Menuju Masa Depan Cerah” yang digelar di SMK Negeri 2 Sangatta Utara, Kamis (30/07/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Angga Heryadi, Manajer Madya Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PJUK), Edukasi dan Perlindungan Konsumen (PEPK) OJK Kalimantan Timur-Kalimantan Utara, serta Muhammad Alfarizi Edytia, Duta Literasi Keuangan OJK Kalimantan Timur-Kalimantan Utara 2026. Keduanya memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan, investasi yang aman, serta bahaya judi online dan investasi bodong kepada para peserta.

Kepala SMK Negeri 2 Sangatta Utara, Mustari, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi literasi keuangan sangat penting diberikan kepada para pelajar sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah lulus sekolah.
“Program ini sangat bermanfaat bagi Taruna dan Taruni kami. Walaupun mereka belum bekerja dan belum memiliki penghasilan tetap, pemahaman tentang cara mengelola keuangan harus mulai ditanamkan sejak sekarang. Ketika nanti mereka sudah memasuki dunia kerja, mereka telah memiliki bekal dalam mengatur keuangan dengan baik,” ujarnya.
Mustari menjelaskan, SMKN 2 Sangatta Utara menerapkan sistem pendidikan semi militer sehingga para siswa disebut Taruna dan siswi disebut Taruni. Pada kegiatan tersebut, peserta yang mengikuti sosialisasi merupakan seluruh siswa kelas X yang berjumlah 356 Taruna dan Taruni, berasal dari 8 program keahlian yang terbagi dalam 11 rombongan belajar (rombel).

Selain memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, Mustari menilai materi mengenai bahaya judi online menjadi salah satu poin penting dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, maraknya praktik judi online menjadi ancaman nyata bagi generasi muda sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan melalui edukasi sejak dini.
“Informasi seperti ini sangat penting untuk membentengi anak-anak kami agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan instan dari judi online maupun berbagai bentuk penipuan investasi bodong. Mereka perlu memahami bahwa keuntungan besar yang dijanjikan tanpa risiko justru dapat merugikan masa depan mereka,” katanya.
Ia juga berharap edukasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya menyasar para pelajar, tetapi juga melibatkan para orang tua.
“Harapan kami ke depan, kegiatan seperti ini juga dapat melibatkan orang tua. Dengan begitu, sekolah dan keluarga dapat bersinergi memberikan pemahaman kepada anak tentang pentingnya mengelola keuangan secara bijak sekaligus mengawasi mereka dari ancaman judi online maupun investasi ilegal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mustari menegaskan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan OJK memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan finansial.
Menurutnya, literasi keuangan merupakan bagian penting dalam membangun karakter generasi muda agar mampu mengambil keputusan keuangan secara cerdas, mempersiapkan masa depan, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi bangsa.
“Kami sangat mendukung kerja sama seperti ini. Pengetahuan tentang pengelolaan keuangan akan membantu anak-anak menyiapkan masa depan yang lebih baik. Pada akhirnya, generasi yang cerdas mengelola keuangan akan memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan ekonomi Indonesia,” tutup Mustari.
Melalui Financial Literacy Festival Kutai Timur, OJK Kalimantan Timur-Kalimantan Utara berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya menabung, berinvestasi secara aman, mengenali produk dan layanan jasa keuangan yang legal, serta mampu melindungi diri dari berbagai bentuk kejahatan keuangan digital. Edukasi ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan generasi yang cerdas finansial menuju masa depan yang lebih cerah.
