SANGATTA— Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kutai Timur menargetkan raihan lima medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur mendatang. Optimisme itu disampaikan Ketua FORKI Kutai Timur, Sayid Anjas, saat diwawancarai di Sangatta, Kamis (30/7/2026).

Pada kejuaraan sebelumnya di Kabupaten Berau, kontingen FORKI Kutim berhasil membawa pulang dua medali emas, satu perak, dan dua perunggu dari 12 nomor tanding yang diikuti.

“Di Berau kemarin kami dapat dua emas, dua perunggu, dan satu perak dari 12 nomor tanding. Untuk Porprov nanti target kami lima emas. Mudah-mudahan bisa meningkat dari hasil sebelumnya,” ujar Sayid Anjas.

Menurutnya, target tersebut menjadi tantangan tersendiri karena tahun ini FORKI Kutim tidak lagi menggunakan atlet dari luar daerah. Seluruh atlet yang dipersiapkan merupakan hasil pembinaan perguruan karate di Kutai Timur.

“Tahun ini kami murni memakai anak-anak Kutai Timur. Kalau dulu ada kolaborasi dengan atlet luar, sekarang tidak lagi. Kami ingin mengandalkan hasil pembinaan sendiri,” katanya.

Ia mengakui jumlah atlet karate Kutim masih kalah dibanding daerah besar seperti Samarinda dan Balikpapan yang memiliki stok atlet lebih banyak. Namun keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat bertanding para atlet Kutim.

“Pilihan atlet kami sedikit, cadangannya tidak banyak. Tapi itu tidak mengurangi semangat kami untuk bertanding,” tegasnya.

Terkait persiapan menuju Porprov, Sayid memastikan para atlet dalam kondisi siap. FORKI Kutim telah menjalankan pemusatan latihan (training center/TC) secara rutin setiap pekan. Dukungan anggaran TC dari KONI Kutai Timur dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan penunjang latihan seperti vitamin, makanan, dan snack atlet.

“Kami latihan TC setiap minggu. Anggaran TC yang sudah bisa direalisasikan sangat membantu untuk menunjang kebutuhan atlet,” jelasnya.

Dalam proses penjaringan atlet, FORKI Kutim terus mengikutsertakan karateka pada berbagai kejuaraan daerah maupun luar daerah. Dari kompetisi tersebut, pengurus melakukan pemantauan untuk menilai kemampuan, semangat, dan keseriusan atlet sebelum direkrut sebagai calon atlet Porprov.

Saat ini FORKI Kutim menyiapkan 18 atlet untuk mengikuti 12 nomor tanding. Hingga akhir Juli, belum ada informasi resmi mengenai pengurangan nomor pertandingan dari KONI Provinsi Kalimantan Timur.

“Belum ada informasi pengurangan nomor tanding. Kita masih menunggu keputusan dari KONI provinsi,” ujarnya.

Dari sisi sarana dan prasarana, Sayid menegaskan FORKI Kutim tidak mengalami kendala berarti. Peralatan pertandingan seperti body protector, hand protector, dan perlengkapan latihan lainnya masih dalam kondisi baik sehingga belum diperlukan pengadaan baru.

“Peralatan kami lengkap dan masih bagus semua. Jadi dari segi perlengkapan tidak ada masalah,” katanya.

Mayoritas atlet yang dipersiapkan berusia 17 hingga 20 tahun, terdiri dari pelajar SMA dan mahasiswa. Sayid menilai usia muda menjadi keuntungan karena kondisi fisik atlet masih prima dan potensial untuk terus berkembang.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, FORKI Kutai Timur berharap mampu meningkatkan prestasi pada Porprov Kaltim dan membuktikan bahwa atlet binaan daerah sendiri mampu bersaing dengan kabupaten dan kota lain di Kalimantan Timur.

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *