SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menargetkan kontingennya mampu menembus posisi tiga besar pada Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov VIII yang akan digelar di Kabupaten Paser pada November 2026 mendatang.
Untuk mengejar target tersebut, Kutim menyiapkan atlet dari 64 cabang olahraga. Target ini ditetapkan setelah melihat hasil Porprov sebelumnya, di mana Kutim hanya mampu menempati peringkat keempat dan masih terpaut sekitar 50 medali dari daerah yang berada di posisi ketiga.
Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, mengatakan selisih medali tersebut menjadi pekerjaan besar yang harus dikejar bersama. Ia menekankan bahwa keberhasilan kontingen Kutim tidak hanya bergantung pada kemampuan atlet, tetapi juga kekompakan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, Dispora, KONI, hingga pengurus cabang olahraga.
“Upaya mengejar 50 medali ini harus menjadi kinerja yang dimaksimalkan. Ini membutuhkan kekompakan yang luar biasa,” ujar Mahyunadi saat ditemui awak media, Selasa, 19 Mei 2026. Saat itu, ia didampingi Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan dan Ketua KONI Kutim Rudi Hartono.
Di sisi lain, persiapan Kutim juga menghadapi tantangan baru dengan adanya aturan pembatasan usia atlet maksimal 30 tahun. Regulasi tersebut membuat sejumlah atlet senior yang selama ini menjadi andalan Kutim tidak lagi dapat memperkuat kontingen.
Meski demikian, Mahyunadi meminta seluruh pengurus cabang olahraga tetap optimistis. Menurutnya, aturan tersebut berlaku untuk seluruh peserta dari kabupaten dan kota, sehingga persaingan tetap berjalan secara adil.
Terkait bonus atlet, Mahyunadi memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran bagi peraih medali. Namun, besaran bonus belum diumumkan karena masih harus dihitung secara hati-hati agar sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat.
Secara keseluruhan, Kutai Timur akan mengirimkan wakilnya pada 64 cabang olahraga dalam Porprov VIII Paser 2026.(IB)
