Kutai Timur – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menggelar rapat hilirisasi potensi komoditas dan peluang pasar ekspor di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUM) Provinsi Kalimantan Timur, Heni Purwaningsih, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kutai Timur, Nora Ramadhani.
Dalam kesempatan tersebut, Heni Purwaningsih menjelaskan bahwa rapat ini bertujuan untuk memetakan potensi unggulan daerah sebagai dasar penentuan arah kebijakan hilirisasi dan ekspor di Kutai Timur. Menurutnya, hilirisasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
“Fokus kita hari ini adalah bagaimana memetakan potensi unggulan Kutai Timur dan mengarahkan kebijakan hilirisasi agar mampu menciptakan nilai tambah, sekaligus memperluas pasar melalui ekspor,” ujarnya.
Ia menyebutkan, terdapat tiga komoditas utama yang menjadi fokus pembahasan, yakni kakao, pisang, dan nanas. Ketiga komoditas ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan baik dari sisi hilirisasi maupun penetrasi pasar ekspor.

Heni menambahkan, peluang pasar ekspor untuk komoditas tersebut terbuka luas, baik ke kawasan ASEAN, Asia, hingga Eropa dan Afrika. Namun demikian, kesiapan produk menjadi faktor utama yang harus diperhatikan, mulai dari kualitas, kapasitas produksi, hingga kontinuitas pasokan.
“Kalau kita bicara hilirisasi dan ekspor, kuncinya ada di hulu. Ketersediaan bahan baku yang berkualitas dan berkelanjutan menjadi syarat utama keberhasilan,” tegasnya.
Selain itu, keberadaan Export Center di Kalimantan Timur juga diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha. Lembaga tersebut memberikan pendampingan mulai dari pelatihan ekspor, pencarian pasar, hingga menjembatani pelaku usaha dengan buyer internasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kutai Timur, Nora Ramadhani, menyambut baik inisiatif dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam mendorong pengembangan industri berbasis komoditas lokal.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menjembatani pelaku usaha dengan pemerintah serta membuka akses pasar yang lebih luas, khususnya pasar ekspor.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran provinsi yang langsung turun ke daerah untuk melihat potensi dan kendala yang dihadapi pelaku usaha. Ini bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan industri di Kutai Timur,” ujarnya.
Nora juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha, mulai dari keterbatasan pengetahuan ekspor hingga akses pasar. Ke depan, pemerintah daerah akan memfasilitasi pertemuan antara pelaku usaha dengan Export Center guna mempercepat realisasi ekspor komoditas unggulan.
“Banyak pelaku usaha yang punya potensi, tapi belum memahami mekanisme ekspor. Melalui kegiatan ini, mereka mendapat pencerahan, dan selanjutnya akan kita tindak lanjuti dengan pendampingan,” jelasnya.
Ia berharap, upaya hilirisasi dan ekspor ini dapat meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kutai Timur.
