(Jurianto Kepala UPT Kebersihan Sangatta Utara /Photo by :mei Insight Borneo)
SANGATTA – Kepala UPT Kebersihan Sangatta Utara, Jurianto, memastikan bahwa hingga saat ini belum ada pengurangan tenaga harian lepas (THL) di wilayahnya, baik dari sisi jumlah personel maupun cakupan lahan kerja.
Menurut Jurianto, operasional kebersihan masih berjalan sesuai dengan perencanaan anggaran yang disusun untuk durasi enam bulan. Saat ini, pelaksanaan kegiatan telah memasuki bulan keempat.
“Untuk Sangatta Utara sampai hari ini tidak ada pengurangan, baik personel maupun lahan. Insyaallah tetap berjalan sesuai anggaran enam bulan. Saat ini kita juga sudah mengusulkan penambahan melalui pergeseran anggaran, mudah-mudahan bisa disetujui,” ujarnya.
Ia menjelaskan, total THL yang terlibat dalam kegiatan kebersihan mencapai sekitar 90 hingga hampir 100 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 64 orang bertugas sebagai penyapu jalan. Seluruh tenaga tersebut berstatus outsourcing.

Terkait potensi keterlambatan pembayaran, Jurianto mengakui hal tersebut pernah terjadi pada tahun sebelumnya. Namun, pihaknya tetap menjaga komunikasi dengan para pekerja.
“Kalau dulu pernah kejadian, kita minta pengertian mereka. Gaji tetap dibayarkan, tapi menyusul di perubahan anggaran dan dirapel. Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada keberatan dari mereka,” jelasnya.
Selain itu, UPT Kebersihan Sangatta Utara juga terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dalam penanganan sampah di Pasar Induk. Pengangkutan sampah dilakukan dua kali sehari, yakni pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WITA dan siang hari mulai pukul 13.00 WITA.
Dalam upaya mengurangi beban pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), pengelolaan sampah berbasis pemilahan dan pemanfaatan juga mulai berjalan. Jurianto menyebut keberadaan bank sampah memberikan dampak positif.
“Kalau sampah organik bisa dipilah dan dimanfaatkan, itu sangat membantu. Mengurangi beban pengangkutan dan volume sampah ke TPA,” katanya.
Saat ini, terdapat dua bank sampah yang aktif, yakni bank sampah induk di Sangatta Selatan dan bank sampah yang dikelola kelompok RKPL. Keduanya berperan dalam pengolahan sampah organik menjadi kompos.
“Yang RKPL itu juga sudah berjalan, mereka membantu memilah dan mengolah sampah organik. Koordinasi dengan dinas juga aman sampai sekarang,” tutup Jurianto.(Nad)
