Kutai Timur – Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Kutai Timur merayakan hari ulang tahun ke-13 pada hari ini. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur, dr. Yuwana Sri Kurniawati, menyampaikan bahwa peringatan ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan Labkesda sejak awal berdiri hingga kini menempati gedung baru selama empat tahun terakhir.

“Alhamdulillah, Labkesda terus berkembang. Dulu masih bergabung dengan Puskesmas di dekat kantor kecamatan, sekarang sudah memiliki gedung sendiri dan pelayanan juga semakin meningkat, baik dengan dukungan dari Dinas Kesehatan maupun Kementerian Kesehatan,” ujar dr. Yuwana.

Dalam rangka HUT ke-13 ini, Labkesda Kutai Timur juga menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis selama tiga hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.

Selain itu, Labkesda Kutai Timur kini telah mampu melayani berbagai jenis pemeriksaan, termasuk pemeriksaan sampel air, depot air minum, bahan kimia, serta makanan. Jika terdapat parameter yang belum bisa dilakukan di daerah, pihak Labkesda akan bekerja sama dengan Labkesda Provinsi Kalimantan Timur.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan pelepasan purna tugas Bapak Goris yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Labkesda. Dinas Kesehatan berharap dalam waktu dekat akan ada kepala Labkesda definitif untuk memperkuat pengembangan layanan ke depan.

Terkait dukungan anggaran, dr. Yuwana menjelaskan bahwa meskipun saat ini terdapat kebijakan efisiensi anggaran, pihaknya tetap memprioritaskan kebutuhan yang mendesak. “Kami selalu meminta masukan dari Labkesda terkait kebutuhan sarana, prasarana, alat kesehatan, bahan habis pakai, hingga SDM, dan tentu kami akan terus memberikan dukungan,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Yuwana juga menyoroti isu kesehatan mental di Kutai Timur. Menurutnya, jumlah pasien dengan gangguan kesehatan jiwa cukup banyak, baik akibat faktor sosial, tekanan kehidupan, maupun pasca peristiwa politik. Untuk penanganan, Rumah Sakit Kudungga sebagai rumah sakit rujukan telah memiliki dua dokter spesialis kejiwaan.

“Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan jiwa bisa memeriksakan diri melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas atau klinik menggunakan BPJS, kemudian dirujuk ke rumah sakit rujukan,” tambahnya.

Selain itu, Kutai Timur juga memiliki tujuh fasilitas IPWL (Instansi Penerima Wajib Lapor) di Puskesmas untuk penanganan penyalahgunaan narkoba. Masyarakat yang ingin mendapatkan terapi rehabilitasi dapat langsung datang ke Puskesmas yang telah ditunjuk tanpa harus ke rumah sakit.

Dr. Yuwana berharap Labkesda Kutai Timur ke depan semakin maju dan mampu mendukung pembangunan kesehatan masyarakat secara menyeluruh di Kabupaten Kutai Timur.(Nad)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *