Kutai Timur – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara Hari Ulang Tahun ke-6 Paguyuban Joyoboyo Kediri yang digelar pada Sabtu 31 Januari 2026 ini.Kegiatan yang berlokasi di Folder Ilham Maulana tersebut, dinilai sebagai kegiatan positif yang berkontribusi dalam pelestarian seni dan budaya di Kutai Timur.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Mulyono, mengatakan bahwa dirinya hadir mewakili Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur. Dalam sambutannya, ia menyampaikan tiga hal utama, yakni ucapan selamat ulang tahun ke- 6 kepada Paguyuban Joyoboyo Kediri, ucapan terima kasih atas sumbangsih paguyuban dalam memajukan Kutai Timur khususnya di bidang seni dan budaya, serta permohonan maaf apabila dukungan pemerintah daerah selama ini dirasa belum maksimal.
“Ke depan, kami akan terus menjalin komunikasi dan koordinasi agar dukungan yang diberikan kepada Paguyuban Joyoboyo bisa lebih maksimal, baik dalam bidang seni maupun bidang lainnya,” ujar Mulyono.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah daerah terhadap paguyuban budaya diwujudkan melalui kehadiran langsung dalam kegiatan, pemberian ucapan selamat, serta bantuan yang berada di bawah naungan kebudayaan. Bantuan tersebut meliputi perlengkapan pakaian, alat-alat pendukung, hingga alat musik yang datanya tercatat di kantor Disdikbud.
Menurut Mulyono, pemerintah daerah juga secara rutin mengadakan berbagai event seni dan budaya sebagai wadah bagi paguyuban untuk berekspresi dan berekreasi. Beberapa di antaranya adalah Kirab budaya HUT Kutai Timur hingga festival Seni Adat Budaya Nusantara yang melibatkan berbagai komunitas budaya di Kutai Timur.
Terkait isu efisiensi anggaran, Mulyono menegaskan bahwa kegiatan HUT Paguyuban Joyoboyo tidak berpengaruh terhadap anggaran daerah karena acara tersebut diselenggarakan secara mandiri oleh paguyuban.
Ia berharap paguyuban-paguyuban lain di Kutai Timur dapat mencontoh semangat Paguyuban Joyoboyo dalam memanfaatkan ruang yang telah disediakan pemerintah daerah. “Kutai Timur ini dihuni oleh masyarakat dari berbagai suku dan daerah. Ruang yang sudah ada harus dimanfaatkan semaksimal mungkin agar seni dan budaya terus berkembang,” pungkasnya.(Mei)
