Sangatta, – Kutai Timur (Kutim) mendapat satu bantuan tower dari kementerian pada tahun ini, yang akan dibangun di Batu Ampar. Bantuan itu datang bersama perangkat pemancar sinyal atau BTS sehingga bisa langsung dimanfaatkan.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim, Ronny Bonar, menyampaikan kabar itu belum lama ini. Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Kutim sudah berkomunikasi dengan kementerian terkait.
“Tahun ini alhamdulillah di Batu Ampar, kita sudah dapat satu bantuan untuk tahun ini,” ujar Ronny.
Menurutnya, tower dan BTS adalah dua hal yang berbeda. Tower hanya berupa tiang, sedangkan BTS adalah perangkat tempat sinyal dipasang. BTS itu bisa diisi beberapa penyedia layanan, tergantung kementerian.
“Tower dan BTS itu berbeda. Tower itu tiangnya, BTS itu yang untuk masang sinyalnya,” katanya.
Ronny mengakui membangun tower saja belum cukup. Pemerintah daerah harus lebih dulu berbicara dengan penyedia layanan seluler. Penyedia layanan, kata dia, menyampaikan bahwa mereka juga membutuhkan hitungan bisnis.
“Percuma juga kalau provider tidak mau,” tuturnya.
Membangun tower dan BTS juga menyangkut hal lain, seperti listrik dan jumlah penduduk. Untuk Batu Ampar, Ronny menyebut pemerintah daerah sudah mencoba membantu soal listrik. Salah satu penyedia layanan disebutnya sudah siap memasang perangkat di lokasi tersebut.
Bantuan itu, menurut Ronny, merupakan satu tahapan dalam upaya yang dilakukan pelan-pelan. Pemerintah daerah juga terus berkomunikasi dengan kementerian dan penyedia layanan terkait titik mana saja yang dapat dibantu.
Ia menyebut penambahan tower di Batu Ampar sebagai bagian dari tahapan yang dilakukan pelan-pelan oleh pemerintah daerah. (ADV/fan)

