SANGATTA – Sebuah gerakan sosial kemanusiaan yang menginspirasi tengah bergulir di Kutai Timur. Berawal dari kepedulian seorang pemuda asli daerah di tengah rimbunnya perkebunan kelapa sawit, aksi ini kini menjelma menjadi kolaborasi besar yang melibatkan para pemuda berprestasi (Duta) se-Kutai Timur untuk membawa kebahagiaan bagi anak-anak di pelosok hutan.
Cerita ini dimulai dari Arfel Kristian, seorang pemuda asli Wahau yang sehari-hari bekerja di salah satu perusahaan sawit terkemuka di Kutai Timur. Tergabung dalam tim Corporate Social Responsibility (CSR), hari-hari Arfel dipenuhi dengan realita lapangan. Ia melihat langsung bagaimana anak-anak yang tinggal di pelosok hutan Wahau berjuang mendapatkan akses hiburan dan media belajar yang layak.
Panggilan jiwa itulah yang menggerakkan Arfel. Baginya, batasan geografis tidak boleh membatasi mimpi anak-anak pelosok.
Dedikasi tanpa pamrih ini rupanya terdengar dan mengetuk pintu hati SPARK INDONESIA, sebuah organisasi yang berfokus pada Pendidikan, aksi sosial dan kepemudaan.
Kolaborasi Akbar Para Agen Perubahan
Terinspirasi penuh oleh langkah nyata Arfel, SPARK INDONESIA langsung mengambil tindakan cepat. Tidak tanggung-tanggung, mereka menggandeng lini masa muda berprestasi Kutai Timur untuk bergerak bersama dalam satu frekuensi kepedulian.
Aksi kolaborasi ini melibatkan:
- Rayyhan, Duta Lingkungan Hidup Kutai Timur (yang juga putra daerah asli Wahau)
- Duta Anak Kutai Timur
- Sobat SMP Kutai Timur
- Putri Hijab Kutai Timur
Mengubah empati menjadi aksi nyata, koalisi pemuda ini turun ke jalan menggelar aksi sosial berkeliling dari RT ke RT di Kota Sangatta.
Misi mereka satu: menjemput bola, mengumpulkan mainan bekas layak pakai, buku cerita, hingga media pembelajaran yang menyenangkan dari masyarakat kota untuk dihadiahkan kepada adik-adik di pedalaman Wahau.
Menanamkan Budaya Peduli Sejak Dini. Aksi “jemput bola” dari RT ke RT ini bukan sekadar mengumpulkan barang bekas, melainkan sebuah edukasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya berbagi.
Founder SPARK INDONESIA, Yohana Francisca Bhanda Maku, mengungkapkan bahwa esensi terbesar dari gerakan ini adalah tentang keberlanjutan karakter generasi muda.
“Semua ini kami lakukan untuk menanamkan budaya kepedulian bagi anak. Kita ingin anak-anak kita sejak dini memahami bahwa kebahagiaan sejati adalah saat kita bisa melayani dan berbagi dengan sesama, terutama bagi saudara-saudara kita yang berada di pelosok,” ujar Yohana dengan penuh semangat.
Mengapa Gerakan Ini Menginspirasi Kita?
Kisah Arfel, SPARK INDONESIA, dan para Duta Kutai Timur ini memberikan kita tiga pelajaran penting:
Panggilan Jiwa Melampaui Status: Arfel membuktikan bahwa kesibukan sebagai karyawan perusahaan bukan alasan untuk berhenti peduli pada tanah kelahiran.
Kekuatan Kolaborasi: Ketika para pemuda berprestasi (para Duta) melepaskan selempang formalitas mereka dan turun ke gang-gang pemukiman, di situlah esensi pahlawan sesungguhnya muncul.
Bahagia yang Sederhana: Sebuah buku cerita atau mainan yang sudah tidak terpakai di kota, bisa menjadi harta karun yang memantik senyum dan masa depan baru bagi anak-anak di dalam hutan Wahau.
Gerakan pengumpulan media ajar dan mainan ini masih terus bergulir hingga akhir bulan Juli.
Logistik yang terkumpul nantinya akan disalurkan langsung ke Muara Wahau, membawa pesan hangat dari Kota Sangatta: bahwa anak-anak di pelosok hutan tidak pernah berjalan sendirian.(Soe)
