KUTAI TIMUR – Festival Sekerat Nusantara (FSN) V Tahun 2026 resmi dibuka di Pantai Sekerat, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon. Pembukaan festival ditandai dengan peresmian oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur yang mewakili Bupati Kutai Timur, disaksikan unsur Forkopimda, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, pelaku seni dan budaya, serta ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan festival tahunan tersebut. Menurutnya, Festival Sekerat Nusantara bukan sekadar agenda hiburan, melainkan momentum untuk merawat identitas budaya sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.

“Festival ini bukan hanya sebuah perayaan, tetapi menjadi wujud penghormatan terhadap warisan budaya leluhur yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Budaya harus tetap hidup dan menjadi bagian dari pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia menilai Desa Sekerat dan Kecamatan Bengalon telah menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat pesisir Kutai Timur.

Berbagai kegiatan ditampilkan dalam festival tahun ini, mulai dari lomba tari kreasi pesisir, lomba kuliner hasil laut, lomba layangan hias, lomba menyanyi, hingga pameran produk ekonomi kreatif, kerajinan, suvenir, dan UMKM lokal. Selain itu, masyarakat juga disuguhkan ritual adat Belian serta prosesi Mengulur Naga yang menjadi tradisi khas masyarakat Sekerat.

Pemerintah berharap penyelenggaraan festival tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM dan ekonomi kreatif.

“Ketika masyarakat membeli produk lokal, menikmati kuliner daerah, dan mendukung karya para pelaku UMKM, maka secara langsung mereka ikut menggerakkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata juga menekankan bahwa Festival Sekerat Nusantara memiliki nilai strategis karena diselenggarakan di kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat yang saat ini terus dikembangkan sebagai kawasan konservasi, edukasi, dan pariwisata berkelanjutan.

Menurutnya, konsep geopark tidak hanya berfokus pada kekayaan geologi, tetapi juga mencakup pelestarian budaya, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan kawasan.

“Geopark adalah tentang manusia, budaya, pendidikan, dan bagaimana masyarakat memperoleh manfaat ekonomi tanpa menghilangkan identitas budaya serta tetap menjaga kelestarian alam,” jelasnya.

Ia optimistis kolaborasi antara pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, dan pengembangan ekonomi kreatif akan semakin memperkuat posisi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai kebanggaan Kabupaten Kutai Timur sekaligus Indonesia.

Di akhir sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kecamatan Bengalon, Pemerintah Desa Sekerat, Forkopimda, perusahaan pendukung, komunitas seni budaya, media, serta seluruh masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan Festival Sekerat Nusantara 2026.

Usai peresmian festival, kegiatan dilanjutkan dengan penaburan benih ikan sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir. Seluruh tamu undangan kemudian mengikuti sesi foto bersama sebagai penutup rangkaian seremoni pembukaan.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap Festival Sekerat Nusantara terus berkembang menjadi agenda wisata unggulan yang mampu memperkuat promosi budaya, meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta mendukung pengembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat secara berkelanjutan.(Mei)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *