SANGATTA – Menjelang Hari Raya Iduladha, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Sangatta.Sidak dipimpin pak Asisten Ekbang, dengan disertai unsur forkopimda seperti Polres, Kejaksaan, Kodim, Lanal, OPD terkait lainnya, serta Bagian Perekonomian dan sejumlah titik distribusi kebutuhan pokok, Senin (25/5).
Kepala Disperindag Kutai Timur, Nora Ramadhani mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan harga bahan pokok penting (bapokting) secara umum masih dalam kondisi aman meski terdapat kenaikan pada beberapa komoditas.
“Secara umum harga bapokting masih wajar. Ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, seperti cabai rawit naik sekitar Rp20 ribu dari Rp70 ribu menjadi Rp90 ribu per kilogram. Namun itu sifatnya sementara karena menjelang hari besar keagamaan,” ujarnya.
Selain cabai rawit, harga daging sapi juga mengalami kenaikan. Sementara untuk komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih, sayur mayur hingga beras masih relatif stabil.
“Kalau beras malah aman, tidak ada kenaikan. Daging ayam juga ada yang justru turun,” katanya.
Dalam sidak tersebut, Disperindag juga melakukan pengecekan ke SPBU di kawasan Jalan Pendidikan. Nora memastikan stok BBM subsidi maupun non-subsidi masih mencukupi hingga Lebaran Iduladha dan tidak ditemukan antrean panjang kendaraan.
“Untuk BBM insyaallah aman sampai lebaran, baik subsidi maupun non-subsidi,” jelasnya.
Tak hanya itu, rombongan juga meninjau penjualan hewan kurban di kawasan Jalan Pendidikan. Dari hasil pengecekan, seluruh hewan kurban telah dilengkapi surat kesehatan dan pemeriksaan dokter hewan.
“Rata-rata sapi kurban yang dijual sudah bersertifikat sehat. Tadi ada sekitar 85 ekor sapi dan sebagian besar didatangkan dari Bali karena kualitasnya bagus dan harganya lebih kompetitif,” ungkap Nora.
Meski kondisi pangan secara umum aman, Disperindag menemukan kelangkaan minyak goreng merek Minyakita di pasaran sejak Idulfitri lalu. Menurut Nora, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Kutai Timur tetapi juga di sejumlah daerah lain.
“Minyakita sampai sekarang belum ada lagi di pasaran. Informasi yang kami terima, ada kendala distribusi dari penyalur,” katanya.
Sementara itu, harga minyak goreng merek lain mengalami kenaikan sekitar 15 hingga 20 persen yang dipengaruhi distribusi dan kondisi logistik nasional.
Disperindag juga memastikan stok LPG subsidi 3 kilogram dalam kondisi aman. Pasokan gas dari agen disebut lancar sehingga belum ditemukan gejala panic buying di masyarakat.
“Gas aman sampai lebaran, distribusi juga lancar,” tegasnya.
Di sisi lain, Nora mengingatkan adanya potensi penyalahgunaan BBM subsidi akibat disparitas harga yang cukup tinggi antara BBM subsidi dan non-subsidi. Karena itu, pihaknya bersama aparat akan memperketat pengawasan distribusi di lapangan.
“Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan selisih harga untuk dijual kembali. Ini yang menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.(Mei)
