Kutai Timur — Akses pendidikan tingkat menengah di wilayah pedalaman Kutai Timur masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Hingga saat ini, pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) dinilai belum merata, terutama di daerah terpencil.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, mengungkapkan bahwa pembangunan SMA di wilayah pedalaman masih terbatas. Ia menyebut, sejauh ini baru terdapat beberapa sekolah yang telah dibangun, sementara kebutuhan di lapangan masih cukup besar.

“Yang ada baru SMA 2 kalau tidak salah, yang lainnya saya belum dengar,” ujarnya saat diwawancarai pada Selasa (15/4/2026).

Menurut Mahyunadi, pemerataan akses pendidikan menjadi hal penting yang perlu mendapat perhatian serius, mengingat masih banyak masyarakat di wilayah pedalaman yang kesulitan menjangkau fasilitas pendidikan menengah.

Keterbatasan jumlah sekolah ini berpotensi menghambat kesempatan pelajar untuk melanjutkan pendidikan, terutama bagi mereka yang tinggal jauh dari pusat kota. Kondisi tersebut juga berimplikasi pada meningkatnya beban biaya dan akses transportasi bagi masyarakat.

Meski demikian, Mahyunadi menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong peningkatan layanan pendidikan, termasuk melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan SMA.

Ia juga mengingatkan agar informasi terkait pembangunan pendidikan disampaikan secara akurat kepada publik. “Jangan salah tulis, harus hati-hati,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap ke depan pembangunan fasilitas pendidikan, khususnya SMA di wilayah pedalaman, dapat lebih merata sehingga seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan yang layak.(Nad)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *