Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur resmi membuka seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama (Eselon II.b) Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Sabtu, 4 April 2026, di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutai Timur.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan pentingnya kompetensi, inovasi, dan kemampuan kepemimpinan bagi para peserta seleksi yang akan mengisi posisi strategis di lingkungan pemerintah daerah.
Menurutnya, seorang pimpinan organisasi perangkat daerah tidak hanya dituntut secara administratif, tetapi juga harus memiliki kualitas diri sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Seorang pimpinan JPT harus benar-benar memiliki kompetensi, inovasi, kecerdasan, serta kemampuan. Selain itu, juga harus menguasai core value ASN, yaitu berakhlak, yang menjadi nilai dasar nasional,” ujarnya.
Ardiansyah juga menyoroti tantangan pembangunan di Kutai Timur yang masih cukup besar, khususnya di sektor infrastruktur. Dengan luas wilayah yang besar dan usia daerah yang relatif muda, berbagai pembangunan masih perlu dikejar.

Ia mengungkapkan bahwa tingkat kemantapan jalan di Kutai Timur masih berada di bawah 40 persen, sehingga membutuhkan perhatian serius dari para pejabat yang nantinya terpilih.
“Masih banyak yang harus kita bangun, mulai dari jalan, transportasi, hingga fasilitas pemerintahan seperti kantor camat dan desa. Ini yang harus dikejar,” jelasnya.
Di tengah tantangan tersebut, Bupati menilai Kutai Timur memiliki potensi besar dari sektor sumber daya alam dan kemampuan fiskal daerah. Ia mendorong para calon pejabat untuk mampu memanfaatkan potensi tersebut secara optimal, termasuk mengembangkan sektor ekonomi di luar ketergantungan pada batubara.
“Ekonomi kita mulai bergerak di luar batubara dan ini sudah on the track. Ini harus terus didorong,” katanya.
Dalam seleksi ini, sebanyak 26 peserta mendaftar, dan setelah melalui tahap pemberkasan, 23 orang dinyatakan lolos untuk mengikuti tahapan kompetisi dalam memperebutkan empat posisi jabatan pada satuan kerja perangkat daerah yang tersedia.
Bupati menegaskan bahwa proses seleksi terbuka ini merupakan hak setiap ASN yang memenuhi syarat.
“Saya tidak menanggapi jumlah pendaftar. Itu hak mereka. Yang kita butuhkan hanya empat orang terbaik,” tegasnya.
Terkait isu adanya kepentingan politik dalam seleksi jabatan, Ardiansyah memilih tidak memperdebatkan hal tersebut. Ia menegaskan bahwa yang dibutuhkan adalah pejabat yang mampu menerjemahkan visi dan misi kepala daerah ke dalam program kerja nyata.
“Bupati butuh orang yang mampu menerjemahkan visi misi pembangunan. Kalau tidak mampu, bagaimana program bisa berjalan,” ujarnya.
Ia juga berharap para pejabat yang nantinya terpilih dapat segera menerjemahkan program prioritas daerah, termasuk 50 program unggulan Bupati, ke dalam rencana kerja yang konkret dan terukur.
Dengan pelaksanaan seleksi terbuka ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap dapat menghasilkan pimpinan perangkat daerah yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah ke depan.(Nad)
