Kutai Timur – Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Kutai Timur menggelar pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan pelayanan kesehatan sekaligus promosi layanan laboratorium kepada masyarakat luas.
Administrator Kesehatan Labkesda Kutai Timur, Reni Meilany Silalahi, mengatakan pemeriksaan kesehatan gratis diberikan pada hari pertama pelaksanaan kegiatan. Pemeriksaan yang dilakukan menggunakan metode Point of Care Testing (POCT), meliputi pengecekan gula darah, asam urat, dan kolesterol, serta disertai konsultasi gratis oleh dokter.
“Untuk hari-hari berikutnya hingga hari kelima, masyarakat tetap mendapatkan diskon pemeriksaan, namun menggunakan alat laboratorium yang lebih lengkap,” ujarnya.
Layanan pemeriksaan dibuka mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WITA, mengikuti jam operasional pelayanan Labkesda.
Reni menjelaskan, ke depan Labkesda Kutai Timur akan bertransformasi menjadi Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) yang mencakup layanan klinik dan lingkungan. Selain pemeriksaan kesehatan perorangan, Labkesda juga melayani pengujian kualitas air minum, air bersih, serta makanan.
“Ke depan juga akan dilakukan pemeriksaan udara. Saat ini kami fokus pada pemeriksaan makanan dan air untuk mendukung program SPPG dan MBG, terutama untuk menjamin keamanan konsumsi anak-anak sekolah,” jelasnya.
Menurutnya, Labkesda memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah daerah dalam mewujudkan kesehatan masyarakat secara menyeluruh, termasuk kesehatan lingkungan. Pengawasan kualitas air minum dinilai penting untuk mencegah penyakit berbasis lingkungan seperti diare.
Untuk menjamin mutu layanan, Labkesda Kutai Timur telah terakreditasi utama oleh Kementerian Kesehatan dan rutin melaksanakan pemantapan mutu internal dan eksternal. Dalam pemantapan mutu eksternal, Labkesda bekerja sama dengan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya dan laboratorium regional lainnya.
Dari sisi sumber daya manusia, Labkesda saat ini memiliki lima analis laboratorium, terdiri dari tiga analis ASN dan dua tenaga sukarela, serta sekitar 15 tenaga pendukung di bidang administrasi, kesehatan lingkungan, dan keselamatan kerja.
Terkait sarana prasarana, Reni menyebut fasilitas yang ada masih cukup memadai, namun masih memerlukan pengembangan, termasuk penambahan kendaraan operasional. Ia berharap dukungan dari Dinas Kesehatan terus diperkuat agar Labkesda dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat serta dunia usaha.
“Harapannya Labkesda bisa semakin maju, bermutu, dan dikenal luas, termasuk oleh perusahaan-perusahaan yang membutuhkan layanan pemeriksaan lingkungan,” pungkasnya.(Mei)
