SANGATTA – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur menyiapkan inovasi baru berupa Program Sekolah Lansia (SIDAYA/Lansia Berdaya) yang akan mulai dilaksanakan pada tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan Kepala DPPKB Kutai Timur, Achmad Junaedi, saat memberikan sambutan pada kegiatan pengajian rutin di Aula Lobi Studio Band Genre, DPPKB Kutai Timur, Sangatta, Kamis (15/1/2026).
Menurut Achmad Junaedi, program Sekolah Lansia merupakan bagian dari Program Bangga Kencana sekaligus bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga lanjut usia yang selama ini belum mendapatkan perhatian secara maksimal.
“Selain penanganan stunting, kami juga memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan kelompok lansia. Mereka adalah generasi pendahulu yang perlu diberdayakan agar tetap sehat, bahagia, dan mandiri,” ujarnya.
Program Sekolah Lansia dirancang dalam beberapa jenjang, mulai dari S1 (Standar 1) hingga S3, yang bersifat nonformal. Pada tahap awal, peserta akan mengikuti minimal 12 kali pertemuan dan dinyatakan lulus setelah memenuhi ketentuan, dengan mendapatkan sertifikat serta ijazah Sekolah Lansia.
Materi pembelajaran mencakup proses menua, kesehatan fisik dan mental, pencegahan penyakit, gizi lansia, senam lansia, pendampingan pasca-stroke, bimbingan spiritual, hingga kegiatan keterampilan dan kewirausahaan ringan.
“Kegiatan ini bukan untuk menjadikan lansia kembali bekerja, tetapi agar mereka tetap memiliki aktivitas, merasa dihargai, dan menikmati masa tua dengan penuh kebahagiaan,” jelasnya.
Pada tahap awal, program ini akan dilaksanakan di Kecamatan Sangatta Utara, dengan membuka empat Sekolah Lansia di tiga desa dan satu kelurahan. Pelaksanaannya melibatkan kolaborasi lintas sektor, antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, pemerintah kecamatan, desa, puskesmas, serta tokoh agama dan masyarakat.
Achmad Junaedi menegaskan, seluruh kegiatan Sekolah Lansia tidak dipungut biaya dan dilaksanakan dengan sistem jemput bola, di mana petugas akan mendatangi langsung para lansia di wilayah masing-masing.
“Kami hadir untuk melayani dan memberdayakan lansia, bukan untuk meminta apa pun,” tegasnya.
Program Sekolah Lansia direncanakan akan diluncurkan secara resmi bersama Bupati Kutai Timur, dan ditargetkan dapat meluluskan serta mewisuda peserta secara serentak pada akhir tahun 2026.
Melalui program ini, DPPKB Kutai Timur berharap dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan dan kualitas hidup lansia.(Mei)
