‎Kutai Timur, – Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur menyiapkan langkah edukasi literasi digital bagi masyarakat. Program edukasi ini dirancang khusus untuk memunculkan pemahaman tentang pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara positif sekaligus memperkuat penangkalan berita bohong (hoaks).
‎
‎Dalam menyebarkan informasi hingga ke tingkat bawah, Diskominfo Kutim melibatkan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang saat ini dalam proses pembentukan di 31 desa dari total 139 desa di Kutai Timur. KIM difungsikan sebagai perpanjangan tangan dinas dalam menyebarkan informasi resmi pemerintah dan memfilter isu hoaks.
‎
‎Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar, berpandangan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) merupakan inovasi yang tidak perlu dimusuhi, melainkan harus dikelola penggunaannya agar mendatangkan manfaat.
‎
‎”AI itu menurut saya juga tidak jelek kok, tergantung dari kita pengguna dan pemanfaatannya. Kalau digunakan untuk yang positif pasti akan positif. AI tidak mungkin kita musuhi, tapi kita bagi bagaimana mengelola AI,” jelas Ronny Bonar belum lama ini.
‎
‎Guna menjangkau masyarakat secara luas, Diskominfo Kutim bakal menyusun dan memasukkan modul pembelajaran literasi digital serta panduan pemanfaatan AI ke dalam platform akademik Learning Management System (LMS) pada portal Terpadu Digital Kutim.
‎
‎Pihak dinas juga melakukan kolaborasi lintas instansi dalam menyusun materi edukasi digital tersebut agar mudah dipahami oleh masyarakat umum.
‎
‎”Nanti pelan-pelan di LMS tadi, di platform akademik tadi, kita masukkan itu. Kami lagi menggandeng BKPSDM dan mungkin ke depannya lewat RRI Samarinda kita coba libatkan untuk bisa membuatkan modul-modul itu,”pungkas Ronny Bonar. (adv/fan)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *