SANGATTA, INSIGHTBORNEO – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menargetkan Pelabuhan Kenyamukan mulai beroperasi pada awal 2028. Target tersebut disiapkan seiring dengan upaya pemerintah daerah menyelesaikan pembangunan fasilitas pelabuhan yang menjadi salah satu prioritas daerah.
Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Timur, Masrianto Suriansyah, menerangkan pengoperasian Pelabuhan Kenyamukan ditargetkan dapat terealisasi setelah seluruh tahapan pembangunan diselesaikan sesuai rencana.
“Targetnya awal 2028 sudah bisa beroperasi,” terangnya saat ditemui.
Menurut Masrianto, keberadaan Pelabuhan Kenyamukan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas transportasi laut di Kutai Timur. Pelabuhan tersebut diharapkan nantinya dapat mendukung mobilitas dan distribusi melalui jalur laut.
Ia menjelaskan, pembangunan Pelabuhan Kenyamukan merupakan bagian dari visi dan misi kepala daerah serta masuk dalam 50 program prioritas. Pelabuhan tersebut juga ditetapkan sebagai salah satu proyek strategis daerah sehingga penyelesaiannya menjadi bagian yang harus dikawal pemerintah daerah.
Status Pelabuhan Kenyamukan sendiri telah menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui pelimpahan dari Kementerian Perhubungan. Dengan pelimpahan tersebut, pembangunan maupun aset pelabuhan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Masrianto menambahkan, pemerintah saat ini terus menjalankan tahapan pembangunan agar target pengoperasian yang telah ditetapkan dapat tercapai. Ia berharap proses tersebut mendapat dukungan berbagai pihak, terutama masyarakat Kutai Timur.
Dukungan tersebut dinilai penting karena manfaat pelabuhan nantinya tidak hanya berkaitan dengan akses transportasi, tetapi juga diharapkan dapat memberikan dampak terhadap distribusi barang dan harga kebutuhan di daerah.
“Mudah-mudahan kalau ini bisa beroperasi, disparitas harga yang ada di Kutai Timur dengan daerah lain ini bisa lebih terurai dan menekan harga yang sudah ada,” tutup Masrianto.(adv/ka)

