SANGATTA, INSIGHTBORNEO – Pemasangan tangki septik standar menjadi salah satu program berkelanjutan yang terus dijalankan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Program sanitasi ini menyasar rumah masyarakat yang belum memiliki fasilitas pembuangan limbah sesuai standar teknis, termasuk hunian yang dibangun secara mandiri atau swadaya.

Kepala Bidang Permukiman Dinas Perkim Kutim, Mohammad Noor, menjelaskan bahwa bantuan fasilitas sanitasi ini tidak hanya diberikan pada bangunan rumah yang masuk dalam program pemerintah. Masyarakat yang sudah memiliki rumah berdiri sendiri namun belum dilengkapi fasilitas terstandar juga menjadi sasaran utama penerima bantuan.

“Rumah masyarakat yang sudah ada dan berdiri secara swadaya, tetapi belum memiliki tangki septik standar, kami bantu dan kami ganti. Gratis, terpasang,” jelas Noor saat ditemui di ruang kerjanya.

Lebih lanjut, Noor menerangkan bahwa penilaian terhadap kondisi sanitasi rumah warga tidak sekadar melihat ada atau tidaknya tangki secara fisik. Pihaknya melakukan pemeriksaan secara mendalam untuk memastikan apakah fasilitas yang digunakan warga telah memenuhi kriteria kesehatan dan lingkungan. Tangki septik yang tidak sesuai standar akan tetap diganti karena berpotensi besar mencemari sumber air tanah di sekitar pemukiman.

“Jadi verifikasi kami di lapangan bukan ada atau tidak ada tangki septik, tetapi standar atau tidak standar tangki septik. Walaupun dia sudah ada, tetapi memang tidak standar, kami anggap tetap tidak ada,” terangnya.

Guna mendukung kelancaran program tersebut, Dinas Perkim Kutim telah menyiapkan ketersediaan stok tangki septik terstandar. Fasilitas ini dirancang khusus agar tidak memicu kebocoran limbah yang dapat merusak kualitas air tanah.

Selain menyasar pemukiman warga secara umum, pemasangan tangki septik standar ini menjadi prioritas utama dalam langkah penanganan kawasan kumuh. Menurut Noor, ketersediaan fasilitas sanitasi yang memadai merupakan salah satu indikator penting dalam penataan kawasan pemukiman.

“Kalau di kawasan kumuh khususnya, itu yang kami prioritaskan terlebih dahulu karena bagian dari salah satu indikator kumuh adalah sanitasi,” imbuhnya.

Pelaksanaan program ini terus berjalan melalui mekanisme pengadaan secara berkala serta pemantauan langsung ke lokasi target. Dalam setiap peninjauan, petugas Dinas Perkim Kutim juga memberikan penjelasan teknis kepada masyarakat mengenai perbedaan antara tangki septik yang memenuhi standar dan fasilitas pembuangan sederhana yang masih memungkinkan limbah cair meresap ke tanah.

Langkah edukasi tersebut dilakukan karena di lapangan masih terdapat warga yang menganggap fasilitas penampungan seperti gorong-gorong atau bus beton sudah cukup berfungsi sebagai tangki septik. Melalui peninjauan langsung dan pengantian unit terstandar, Dinas Perkim Kutim berkomitmen untuk terus memenuhi kebutuhan sanitasi yang layak dan aman bagi seluruh masyarakat.(adv/ka)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *