photo.Istimewa
SANGATTA – Kesibukan memburu berita dan mengejar tenggat waktu tak menghalangi para jurnalis di Kutai Timur (Kutim) untuk menjaga kebugaran. Semangat itu diwujudkan melalui Jurnalis Kutim (Jukut) FC yang resmi bergabung sebagai anggota Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Kutim.
Momentum tersebut ditandai setelah laga persahabatan Jukut FC kontra KSMI Kutim di Lapangan Mini Soccer Borneo Jaya, Jalan Assadiyah, Sangatta Utara, Sabtu (15/8/2026).
Tak hanya menjadi ajang adu kemampuan di lapangan, pertandingan itu sekaligus menjadi penanda dimulainya langkah Jukut FC sebagai bagian dari komunitas sepak bola mini di Kutim.
Ketua Umum Jukut FC, Dedy Al Kutimi, didampingi Sekretaris Fantriansyah, menyerahkan dokumen pendaftaran ke KSMI Kutim. Menurut Dedy, bergabungnya Jukut FC menjadi momentum penting bagi para jurnalis untuk membangun kebersamaan sekaligus menjaga kondisi fisik di tengah padatnya aktivitas peliputan.

Photo.Istimewa
“Ini merupakan hadiah terbaik sebelum bertanding di Porwada Balikpapan nanti. Bergabung dengan KSMI memberikan kami wadah untuk lebih terorganisir, sekaligus memotivasi rekan-rekan jurnalis untuk tetap aktif menjaga kebugaran di sela-sela rutinitas peliputan yang padat,” ujar Dedy.
Ia mengatakan, kehadiran Jukut FC juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Wartawan (Porwada) di Balikpapan pada Oktober 2026.
Persiapan pun mulai dilakukan lebih serius, termasuk melalui latihan rutin dan peningkatan kekompakan tim.
Ketua KSMI Kutim, Pandi Widiarto, menyambut baik bergabungnya Jukut FC. Menurutnya, olahraga dapat menjadi penyeimbang bagi profesi jurnalis yang memiliki mobilitas tinggi dan tuntutan pekerjaan yang tidak sedikit.
“Jurnalis tidak hanya menulis, akan tetapi harus beriringan dengan olahraga. Keberadaan klub ini membuktikan bahwa semangat sportivitas bisa dibangun di mana saja, bahkan dari komunitas profesi sekalipun,” kata Pandi.
Ia berharap Jukut FC tidak hanya menjadi anggota baru KSMI Kutim, tetapi turut memperkuat hubungan antarkomunitas olahraga dan membuka ruang silaturahmi yang lebih luas.
Bagi Jukut FC, sepak bola mini bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang. Lapangan menjadi ruang untuk membangun komunikasi, kekompakan dan sportivitas setelah sehari-hari berkutat dengan berita dan narasumber.
Jika di lapangan liputan para jurnalis dituntut cepat menangkap informasi, di lapangan hijau mereka dituntut membaca permainan, bekerja sama dan saling mengisi.
Kini, Jukut FC menatap Porwada Balikpapan dengan persiapan yang lebih matang. Pena tetap menjadi senjata utama dalam menjalankan profesi, sementara bola menjadi medium untuk menjaga kebugaran dan mempererat kebersamaan.
Sinergi antara profesi jurnalistik dan olahraga itu pun siap dibuktikan di arena Porwada Oktober mendatang.(IB)
