(Dok.Istimewa)

SANGATTA – Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kutai Timur, Akhmad Wasrip, menekankan pentingnya membangun budaya disiplin organisasi, loyalitas, serta memperkuat kerja kolektif sebagai fondasi dalam menjalankan roda organisasi. Hal itu disampaikannya saat memimpin Konsolidasi DPTD dan Fraksi PKS Kutai Timur yang digelar pada Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat soliditas pengurus dan anggota fraksi dalam menyatukan langkah menghadapi agenda politik sekaligus meningkatkan peran partai dalam pelayanan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Wasrip menegaskan bahwa kekuatan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah kader, tetapi juga oleh komitmen setiap anggota dalam menjalankan aturan organisasi serta menjaga integritas.

“Organisasi dakwah tanpa disiplin ibarat tubuh tanpa tulang. Besar, tetapi lemah. Karena itu disiplin harus menjadi budaya yang melekat pada setiap kader,” ujarnya.

Menurut Wasrip, disiplin tidak hanya dimaknai sebagai ketepatan waktu, melainkan juga mencakup kepatuhan terhadap keputusan partai, konsistensi antara ucapan dan tindakan, profesionalisme dalam menjalankan amanah publik, tertib administrasi, komunikasi yang baik, hingga menjaga akhlak dan moral sebagai representasi partai di tengah masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan seluruh kader untuk mengedepankan semangat kebersamaan dalam menyusun strategi politik. Ia menilai setiap langkah organisasi harus dibangun melalui komunikasi dan musyawarah, bukan berdasarkan kepentingan individu.

“Strategi politik PKS adalah strategi kolektif, bukan strategi pribadi. Karena itu komunikasi dan konsolidasi harus terus kita perkuat agar arah perjuangan tetap sejalan,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wasrip juga mendorong Fraksi PKS DPRD Kutai Timur agar terus mengoptimalkan fungsi legislasi melalui pembentukan peraturan daerah yang mampu mendukung program pembangunan dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

(Dok.Istimewa)

Ia turut memaparkan target politik PKS Kutai Timur pada Pemilu mendatang, yakni meraih 14 kursi di DPRD Kutai Timur sekaligus memenangkan kontestasi pemilihan kepala daerah. Menurutnya, target tersebut harus dibarengi dengan penguatan kaderisasi, pembentukan struktur partai hingga tingkat bawah, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta sinergi yang kuat antara legislatif dan eksekutif.

Tak hanya itu, Wasrip menilai hubungan yang harmonis dengan berbagai elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, lembaga sosial, hingga para pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memperluas ruang pengabdian partai kepada masyarakat.

Menutup arahannya, ia mengajak seluruh jajaran pengurus dan anggota Fraksi PKS Kutai Timur untuk terus memperkuat budaya kerja kolektif, meningkatkan produktivitas organisasi, serta menjadikan setiap jabatan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

“Kita harus menjaga semangat berjamaah, memperkuat kebersamaan, dan memastikan setiap amanah dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya.(IB)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *