SANGATTA – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya mendukung pengembangan usaha berbasis aren genjah melalui pendampingan pelaku UMKM, peningkatan kualitas produk hingga penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Kepala Diskop UKM Kutim, Marhadin, mengatakan pihaknya hadir dalam Forum Group Discussion (FGD) Pengembangan Usaha Aren Genjah untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi dalam ekosistem aren genjah, mulai dari proses budidaya hingga pemasaran produk turunannya.
“Yang menjadi kewenangan kami adalah bagaimana mengawal para pelaku UMKM yang bergerak pada produksi gula aren dan produk turunannya agar kualitas produknya semakin baik, memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, sekaligus mampu menekan biaya produksi,” ujarnya.
Menurut Marhadin, peningkatan kapasitas pelaku usaha akan difokuskan pada penguasaan teknologi produksi sehingga hasil olahan aren genjah mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Selain itu, pemerintah daerah juga akan memberikan dukungan berupa bantuan permodalan serta fasilitasi teknologi bagi para pelaku usaha.
“Tidak hanya modal, tetapi juga teknologi untuk menghasilkan produk turunan aren genjah yang lebih berkualitas. Itu menjadi salah satu fokus kami ke depan,” katanya.
Diskop UKM juga akan memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mempercepat pengembangan komoditas tersebut. Selain bersinergi dengan Dinas Perkebunan, Marhadin berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kutim dapat berkontribusi memperluas populasi aren genjah melalui pemanfaatan lahan reklamasi.
Ia mencontohkan perusahaan tambang seperti PT Indominco Mandiri dapat memanfaatkan lahan pascatambang untuk penanaman aren genjah. Di sisi lain, kawasan Taman Nasional Kutai juga dinilai memiliki potensi mendukung pelestarian dan penambahan populasi tanaman tersebut.
“Kalau semua pihak terlibat, mulai dari pemerintah, perusahaan hingga kawasan konservasi, tentu pengembangan aren genjah akan lebih cepat,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Marhadin juga menegaskan pembinaan terhadap pelaku UMKM akan dilakukan secara merata di seluruh wilayah Kutai Timur. Saat ini tercatat sebanyak 8.142 pelaku UMKM tersebar di 18 kecamatan yang menjadi sasaran pembinaan pemerintah daerah.
“Kami berharap tidak ada UMKM yang dianaktirikan. Semua yang sudah terdata akan terus kami dampingi agar bisa mandiri dan naik kelas,” tegasnya.
Sebelum menentukan bentuk pembinaan, Diskop UKM akan melakukan kajian terhadap setiap produk unggulan daerah. Untuk pengembangan produk aren genjah, pihaknya akan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) serta kalangan akademisi guna meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas peluang pasar.
“Kami ingin produk-produk UMKM Kutai Timur memiliki nilai ekonomis yang tinggi bahkan mampu menembus pasar global,” katanya.
Menanggapi harapan masyarakat agar Desa Kandolo dikenal sebagai sentra gula aren genjah, Marhadin menyambut positif rencana pemerintah desa membangun gerai penjualan di tepi jalan nasional. Menurutnya, keberadaan gerai tersebut dapat menjadi etalase bagi produk lokal sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai pusat produksi aren genjah.
“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah daerah untuk membangun gerai-gerai khusus bagi pelaku UMKM. Dengan begitu, masyarakat yang melintas di jalan nasional akan mengenal bahwa wilayah ini merupakan pusat aren genjah di Kutai Timur,” pungkasnya.(Nad)
