SANGATTA – Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kutai Timur terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026. Dengan mengandalkan atlet-atlet lokal dan dukungan pelatih berpengalaman, FAJI Kutim optimistis mampu meraih hasil maksimal dan mengharumkan nama daerah.
Ketua FAJI Kutai Timur, Pandi Widiarto, mengatakan saat ini tim arung jeram Kutai Timur telah menjalani latihan rutin sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov. Untuk sementara, FAJI Kutim menyiapkan sekitar 16 atlet putra dan putri yang akan diproyeksikan tampil pada sejumlah kategori yang dipertandingkan.
“Untuk sementara kita menyiapkan sekitar 16 atlet putra dan putri. Namun jumlah tersebut masih menyesuaikan kuota yang nantinya ditetapkan oleh kontingen Porprov, sehingga masih memungkinkan terjadi perubahan,” ujar Pandi, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, baik tim putra maupun putri akan turun di beberapa nomor pertandingan, di antaranya kategori head to head, R4 dan R6 yang menjadi andalan Kutai Timur dalam perburuan medali.
Dalam proses latihan, aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Pandi menjelaskan, latihan yang dilakukan di kawasan Folder Sangatta lebih difokuskan pada pembentukan teknik dasar mendayung, ketangkasan, kecepatan dan kekompakan tim.
“Prinsipnya keselamatan tetap menjadi prioritas. Atlet menggunakan perlengkapan keselamatan dan latihan saat ini lebih banyak fokus pada teknik, ketangkasan serta membangun kekompakan tim,” jelasnya.

Meski belum mengetahui secara pasti besaran anggaran yang akan diterima dari KONI maupun kontingen Porprov, FAJI Kutim berharap prestasi yang telah diraih sebelumnya menjadi pertimbangan dalam mendukung pembinaan atlet.
Pada Porprov sebelumnya di Berau, cabang olahraga arung jeram berhasil menyumbangkan dua medali emas bagi Kutai Timur. Capaian tersebut menjadi motivasi bagi tim untuk meningkatkan prestasi pada ajang berikutnya.
“Di Porprov Berau kita berhasil meraih dua medali emas. Mudah-mudahan prestasi itu menjadi perhatian sehingga pembinaan atlet dapat terus berjalan dengan baik,” katanya.
Untuk meningkatkan kualitas atlet, FAJI Kutim juga mendatangkan pelatih dari Jawa Barat yang memiliki pengalaman membina atlet nasional hingga berlaga di tingkat internasional. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam membina atlet-atlet lokal agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
“Strategi kami adalah memberdayakan atlet lokal dengan dukungan pelatih berpengalaman. Kami ingin atlet Kutai Timur memiliki kesempatan berkembang dan berprestasi membawa nama daerah,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu atlet arung jeram Kutai Timur, Azra, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam olahraga arung jeram adalah menjaga kekompakan tim. Menurutnya, keberhasilan dalam perlombaan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga keselarasan gerakan seluruh anggota tim.

“Karena arung jeram ini olahraga tim, kami harus menyesuaikan tenaga dan kekuatan satu sama lain. Kalau ada yang kurang kuat di salah satu sisi, perahu bisa tidak seimbang bahkan berputar,” ungkap atlet yang akan turun di kategori R6 Putri tersebut.
Azra juga mengaku tidak merasa khawatir saat menjalani latihan di kawasan perairan sekitar Folder Sangatta. Menurutnya, aktivitas latihan yang dilakukan secara cepat dan ramai membuat keberadaan satwa liar seperti buaya tidak menjadi kendala berarti.
“Kalau takut sih tidak, karena biasanya buaya menghindari tempat yang banyak aktivitas dan pergerakan,” katanya.
Ia berharap perjuangan seluruh atlet selama masa persiapan dapat membuahkan hasil terbaik saat Porprov 2026 berlangsung. Bersama rekan-rekannya, Azra bertekad memberikan prestasi terbaik untuk Kutai Timur.
Senada dengan hal tersebut, Pandi Widiarto menegaskan target utama FAJI Kutai Timur adalah meraih medali emas sebanyak-banyaknya di seluruh kategori yang diikuti.
“Kami ingin memberikan hasil terbaik untuk Kutai Timur. Targetnya tentu meraih emas sebanyak-banyaknya dan terus mencetak atlet-atlet lokal yang mampu berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional,” pungkasnya.(Nad)
