SANGATTA – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur, Mahriadi, menyampaikan bahwa program 100 hari kerja yang dijalankan pihaknya difokuskan pada penguatan pondasi sektor pariwisata, mulai dari penataan kelembagaan, sistem kerja hingga kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurutnya, langkah awal yang dilakukan adalah pembenahan destinasi wisata melalui kegiatan kebersihan lingkungan serta perbaikan fasilitas umum di sejumlah objek wisata di Kutai Timur.

“Yang saat ini kami lakukan adalah membangun penguatan pondasi, mulai dari kelembagaan, penataan sistem hingga memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Mahriadi menjelaskan, kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah OPD terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup dalam penanganan kebersihan kawasan wisata, Dinas Koperasi dan UMKM untuk penguatan pelaku usaha wisata, serta koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum terkait dukungan infrastruktur penunjang destinasi.

Selain fokus pada program 100 hari kerja, Dinas Pariwisata Kutim juga tengah melakukan berbagai persiapan menghadapi penilaian Geopark. Persiapan tersebut meliputi penyediaan cinderamata, buku saku, papan petunjuk, hingga papan peringatan di sejumlah destinasi yang akan dikunjungi tim penilai.

“Dari pihak provinsi, kami mendapat tugas terkait penyediaan cinderamata, buku saku, papan petunjuk serta papan peringatan di destinasi yang nantinya akan dikunjungi tim penilai Geopark,” jelasnya.

Mahriadi juga menyoroti besarnya potensi wisata alam di Kutai Timur yang dinilai masih sangat terbuka untuk terus dikembangkan agar semakin menarik minat wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara. Salah satu upaya yang dilakukan ialah memperkuat promosi melalui media sosial dengan melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta pelaku usaha wisata.

“Kami mendorong para pelaku usaha wisata dan Pokdarwis untuk aktif mempromosikan destinasi melalui media sosial, termasuk menawarkan paket-paket wisata yang menarik,” katanya.

Ia mencontohkan sejumlah pelaku usaha wisata lokal yang mulai menawarkan paket wisata susur Sungai Sangatta hingga wisata Pulau Miang selama beberapa hari.

Sementara itu, terkait pengembangan wisata minat khusus seperti kawasan Buaya Badas di Kecamatan Long Mesangat, Mahriadi menyebut pihaknya masih berproses melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar. Menurutnya, pembangunan sektor pariwisata tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia.

“Membangun sektor wisata memang memerlukan proses dan dukungan yang tidak sedikit. Namun yang paling utama adalah memastikan wisata tersebut aman, nyaman dan terjangkau. Karena itu, kami memprioritaskan pemberdayaan masyarakat terlebih dahulu,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kutai Timur memiliki potensi wisata yang sangat besar dengan garis pantai lebih dari 500 kilometer serta wilayah yang luas. Oleh karena itu, pengembangan sektor pariwisata akan dilakukan secara bertahap dengan fokus utama pada penguatan SDM Pokdarwis di berbagai daerah.(Nad)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *