KUTAI TIMUR – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Timur menargetkan masuk tiga besar pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII yang akan digelar di Kabupaten Paser pada November 2026.
Ketua KONI Kutai Timur, Rudi Hartono, mengatakan kepastian pelaksanaan Porprov tersebut merupakan hasil rapat koordinasi (rakor) yang dihadiri seluruh KONI dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) kabupaten/kota se-Kaltim.
“Dari hasil rakor di Paser, dipastikan Porprov kedelapan akan dilaksanakan pada November 2026. Semua daerah menyatakan siap untuk berpartisipasi,” ujar Rudi.
Terkait kesiapan anggaran, Rudi menyebut pembiayaan keberangkatan atlet akan dialokasikan melalui Dispora Kutai Timur. Ia optimistis anggaran yang tersedia mencukupi, meskipun tetap mempertimbangkan efisiensi.
“Anggaran insyaallah cukup. Namun jika nantinya terbatas, kami akan memprioritaskan atlet yang berada di zona medali,” jelasnya.
Menurutnya, hasil pra kualifikasi menempatkan Kutai Timur di peringkat keempat. Dengan capaian tersebut, KONI menargetkan minimal mempertahankan posisi, bahkan meningkatkan ke tiga besar sesuai arahan kepala daerah.
“Target kami minimal tetap di empat besar, tapi mudah-mudahan bisa naik ke tiga besar seperti yang diharapkan Pak Bupati,” katanya.
Ia menambahkan, jika anggaran memungkinkan, seluruh atlet yang lolos akan diberangkatkan. Namun jika tidak, hanya atlet dengan potensi medali yang akan diikutsertakan.
Saat ini, keputusan final terkait jumlah atlet yang diberangkatkan masih dalam proses pembahasan oleh Dispora.
Di sisi lain, Rudi juga menyampaikan bahwa ketua kontingen Porprov Kutai Timur telah ditetapkan, yakni Wakil Bupati Kutai Timur, berdasarkan hasil rapat kerja KONI dan persetujuan Bupati.
Dalam persiapan menuju Porprov, para atlet diminta untuk terus meningkatkan latihan melalui training camp (TC), baik mandiri maupun terpusat.
“Kami berpesan kepada atlet untuk terus berlatih dan menjaga kondisi. Ini adalah ajang puncak untuk menunjukkan prestasi terbaik. Jika berhasil, peluang menuju ajang nasional seperti PON akan terbuka lebar,” tegasnya.
Terkait cabang olahraga (cabor), Rudi memastikan tidak ada pengurangan cabor. Namun, terdapat kemungkinan rasionalisasi pada nomor pertandingan akibat keterbatasan anggaran.
“Cabornya tetap, tapi mungkin ada pengurangan pada nomor tanding. Itu nanti akan dibahas lebih lanjut dalam rapat berikutnya,” pungkasnya.(Nad)
