Kutai Timur – Ketua DPP Gerakan Bela Negara – Madani Indonesia (GBN-MI) Kalimantan Timur, Rustam Rumoro, menegaskan bahwa menjaga pertahanan dan keutuhan bangsa bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI dan Polri, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN) dan organisasi kemasyarakatan.
Hal tersebut disampaikan Rustam Rumoro dalam kegiatan buka puasa bersama dan silaturahmi DPP GBN-MI Kutai Timur pada Sabtu7 Maret 2026 yang dihadiri Bupati Kutai Timur,Ardiansyah Sulaiman,Dandim Letkol ARH Ragil Setyo Yulianto,DanLanal Letkol laut (P) Yahya Junarko ,para pengurus DPD, DPK, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Rustam menekankan pentingnya sinergi seluruh komponen bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini, baik ancaman fisik maupun nonfisik.
“Pertahanan negara bukan hanya tugas TNI atau Polri, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa, termasuk ASN dan masyarakat,” ujar Rustam.
Menurutnya, Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan seperti radikalisme, persoalan ekonomi, hingga potensi perpecahan yang dapat mengganggu stabilitas nasional. Karena itu, peran organisasi kemasyarakatan sangat penting dalam menjaga persatuan dan kebinekaan.
Rustam juga menyampaikan dukungan GBN-MI terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas wilayah serta memperkuat nilai-nilai persatuan di tengah masyarakat.
“Kami mendukung penuh program pemerintah dalam menjaga stabilitas wilayah, merawat kebinekaan, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada tanah air,” katanya.
Ia menambahkan, momentum bulan suci Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri sekaligus memperkuat nilai pengorbanan dan keikhlasan dalam membela bangsa dan negara.
“Bulan Ramadan adalah bulan untuk muhasabah diri. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat bela negara, yakni rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” jelasnya.
Rustam juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas dukungan serta kepercayaan yang selama ini telah terjalin dengan baik antara pemerintah dan organisasi.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat semakin memperkuat integritas moral serta semangat pengabdian dalam melayani masyarakat dan menjaga keutuhan bangsa.
Di hadapan para pengurus dan anggota organisasi, Rustam juga mengingatkan agar GBN-MI menjadi organisasi yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jadilah organisasi yang dibutuhkan masyarakat, bukan organisasi yang dimanfaatkan. Jangan berpikir apa yang bisa kita ambil dari negara ini, tetapi pikirkan apa yang bisa kita berikan untuk bangsa dan negara,” tegasnya.
Ia menutup sambutannya dengan mengajak seluruh pengurus dan anggota GBN-MI untuk terus menebarkan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun bangsa.
Dalam Kegiatan ini pula ada pembagian santunan kepada 70 anak yatim di Sangatta Kutai Timur.
“Berbanggalah jika hidup kita bisa memberi manfaat bagi orang lain,” pungkasnya, sebelum menutup acara dengan doa dan berbuka puasa bersama.
