Kutai Timur — Anggota DPRD Kutai Timur dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang juga bertugas di Komisi B, Leni Susilawati, menekankan pentingnya dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan iftar bersama yang diselenggarakan oleh PusatGiveaway dan Komunitas KRAST di Gedung Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum kebersamaan di bulan Ramadan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku usaha dan komunitas kreatif.
Dalam kegiatan tersebut, turut ditampilkan berbagai karya dari 12 desainer lokal yang berkolaborasi bersama tim KRAST, menampilkan koleksi busana hasil kreativitas anak daerah. Menurut Leni, kegiatan seperti ini mampu memberikan ruang promosi sekaligus mendorong pertumbuhan industri kreatif di Kutai Timur.
Ia menilai keterlibatan komunitas dalam merangkul para pelaku UMKM, khususnya generasi muda, merupakan langkah positif yang perlu terus didukung.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena bukan hanya sekadar buka puasa bersama, tetapi juga menjadi wadah bagi UMKM dan para desainer untuk menunjukkan karya mereka. Potensi seperti ini perlu terus didorong agar bisa berkembang di Kutai Timur,” ujarnya.
Sebagai anggota DPRD yang membidangi sektor ekonomi, Leni menegaskan bahwa dirinya berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM, baik melalui kebijakan, penganggaran, maupun dukungan moril agar usaha masyarakat dapat berkembang.
Menurutnya, berbagai aspirasi dari para pelaku usaha yang disampaikan kepadanya akan menjadi perhatian untuk diperjuangkan melalui koordinasi dengan instansi terkait.
“Banyak usulan dari pelaku UMKM yang masuk kepada saya. Ini tentu menjadi perhatian dan akan kita upayakan melalui program serta koordinasi dengan dinas terkait agar bisa terealisasi,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa sektor UMKM di Kutai Timur memiliki potensi yang cukup luas, tidak hanya di bidang fashion dan kuliner, tetapi juga di sektor pertanian dan peternakan yang dapat menjadi sumber penguatan ekonomi masyarakat.
Leni berharap para pelaku usaha di Kutai Timur, terutama pengusaha muda dan perempuan, dapat terus berkembang dan berperan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga serta perekonomian daerah.
Sementara itu, Leni juga menyoroti persoalan pernikahan dini dan kekerasan terhadap anak yang masih menjadi perhatian di Kutai Timur. Ia menilai penanganan kasus tersebut memerlukan kerja sama antara pemerintah daerah, DPRD, serta lembaga perlindungan anak.
Menurutnya, langkah pencegahan serta pendampingan bagi korban harus terus diperkuat, sekaligus memberikan efek jera bagi para pelaku agar kasus serupa tidak kembali terjadi.(Mei)
