Sangatta – Kebijakan efisiensi anggaran tahun ini berdampak pada sejumlah program di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, mengakui adanya penyesuaian anggaran yang cukup signifikan sehingga memengaruhi pelaksanaan kegiatan kepemudaan dan olahraga.
“Kalau secara kebijakan efisiensi, jelas berpengaruh. Bagaimanapun juga itu menjadi hal yang berdampak terhadap program yang sudah direncanakan,” ujar Basuki saat ditemui, baru-baru ini.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut perangkat daerah untuk lebih adaptif dalam menyusun strategi pelaksanaan program. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak agar pembinaan pemuda dan olahraga tetap berjalan meski dengan keterbatasan anggaran.
“Bagaimana pun juga, perangkat daerah harus bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak. Terutama dalam hal olahraga, yang penting kegiatan tetap bergerak dan masyarakat tetap terlibat,” jelasnya.
Basuki juga menyebut, sejumlah agenda masih dalam tahap pembahasan, termasuk kemungkinan kelanjutan program pada 2026 dan 2027. Hasil rapat koordinasi terbaru masih menunggu keputusan lebih lanjut.
“Kami baru rapat koordinasi. Masih dibahas apakah program tertentu akan lanjut pada 2026 atau 2027, atau mungkin ada yang tertunda. Karena memang semuanya terdampak efisiensi,” katanya.
Penyesuaian anggaran ini turut memengaruhi dukungan terhadap Organisasi Kepemudaan (OKP) serta komunitas olahraga di Kutim. Meski demikian, Basuki berharap semangat anak muda tidak surut.
“Dari sisi jumlah tentu ada pengaruh. Tapi yang penting bagaimana teman-teman OKP dan komunitas olahraga tetap bisa kita ajak berkolaborasi. Anak-anak muda harus tetap bergerak dan kegiatan olahraga harus terus berjalan walaupun anggarannya terbatas,” tegasnya.
Ia pun optimistis, dengan sinergi antara pemerintah daerah, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya, program kepemudaan dan olahraga di Kutai Timur tetap dapat berjalan secara maksimal di tengah kebijakan efisiensi anggaran.(Nad)
