Agus Aras Soroti Infrastruktur, Air Bersih hingga Tenaga Kerja Lokal di Musrenbang Sangatta Utara

SANGATTA UTARA – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Agus Aras, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sangatta Utara dengan menyoroti sejumlah persoalan strategis, mulai dari kondisi fiskal daerah, infrastruktur, layanan dasar, hingga implementasi tenaga kerja lokal.

Dalam forum yang mengangkat tema Transformasi Ekonomi Berkelanjutan Melalui Penguatan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia yang Berdaya Saing Menuju Kutai Timur Sejahtera tersebut, Agus mengungkapkan bahwa kondisi fiskal Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur saat ini mengalami penurunan signifikan.

“APBD kita sebelumnya sekitar Rp21 triliun, terkoreksi menjadi Rp16 triliun pada tahun 2026. Tapi kami di DPRD tetap berkomitmen mengawal program pembangunan agar tetap berjalan maksimal,” ujar Agus Aras.

Ia menegaskan, fokus pembangunan provinsi saat ini bertumpu pada sektor pendidikan, kesehatan, dan penguatan infrastruktur dasar.

“Kami di Komisi IV akan terus mengawal percepatan pembangunan dan izin operasional sekolah ini agar kebutuhan pendidikan masyarakat bisa terpenuhi,” tegasnya.

Agus juga menyoroti masih adanya persoalan layanan dasar di Sangatta Utara, khususnya air bersih dan listrik. Ia menyebut terdapat sekitar 20 RT yang belum mendapatkan layanan air bersih serta lima RT yang belum teraliri listrik.

“Ini ironis. Bagaimana Kutai Timur mau sejahtera kalau masyarakat perkotaan saja belum mendapatkan jaringan air bersih yang baik,” katanya.

Persoalan drainase Kota Sangatta turut menjadi perhatian. Menurutnya, masterplan drainase sudah lama disusun, namun genangan air masih terjadi setiap curah hujan tinggi.

“Blueprint drainase sudah ada sejak lama. Harusnya ini diseriusi agar Sangatta tidak lagi dikenal sebagai kota genangan air,” ujarnya.

Di bidang ketenagakerjaan, Agus menekankan pentingnya implementasi Perda yang mengatur kewajiban perusahaan mempekerjakan 80 persen tenaga kerja lokal.

“Regulasi sudah jelas, 80 persen tenaga kerja lokal dan 20 persen dari luar. Ini harus benar-benar diterapkan agar angka pengangguran bisa ditekan,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mendorong percepatan fungsionalisasi Pelabuhan Sangatta untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan mengurangi beban jalan nasional akibat angkutan bertonase besar.

“Kalau pelabuhan ini bisa segera berfungsi, arus barang tidak hanya lewat darat. Ini akan mengurangi kerusakan jalan dan membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru,” pungkas Agus.

Musrenbang Kecamatan Sangatta Utara ini menjadi forum strategis dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan program pembangunan daerah menuju RKPD tahun 2027.

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *