Banjir di Sangatta Mulai Surut, BPBD Kutim Tetap Patroli dan Distribusikan Bantuan
SANGATTA – Banjir yang sempat merendam sejumlah kawasan di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, Kutai Timur, dilaporkan mulai berangsur surut pada sore hari ini. Walaupun begitu, BPBD Kutai Timur tetap melakukan pemantauan intensif untuk memastikan warga terdampak tetap aman.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutai Timur, M. Naim, menyampaikan bahwa hingga saat ini genangan masih ada di beberapa titik. Namun kondisi secara umum menunjukkan penurunan.
“Memang masih ada air di beberapa lokasi, tapi sore ini sudah mulai turun dan berangsur surut,” katanya.
Ia menjelaskan, BPBD Kutai Timur telah melakukan patroli sejak malam hari untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Selain itu, pada pagi hari personel juga dikerahkan di dua titik untuk melakukan pendataan warga terdampak banjir.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD berkolaborasi bersama berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, organisasi masyarakat, hingga TNI, Polri, serta Basnas.
M. Naim juga menyebutkan bahwa Basnas telah menyalurkan bantuan makanan kepada warga terdampak sejak pagi. Bantuan serupa kembali direncanakan disalurkan pada sore hari, terutama untuk wilayah Sangatta Selatan, termasuk kawasan Kampung Panjang.
Sementara itu, menanggapi isu yang beredar di masyarakat terkait kemunculan satwa liar seperti buaya di area banjir, M. Naim menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Kalau ada laporan buaya, nanti akan kami koordinasikan dengan BKSDA, karena itu memang kewenangan mereka,” ujarnya.
Selain patroli, BPBD juga terus memberikan imbauan kepada masyarakat. Penyampaian dilakukan baik melalui ketua RT maupun langsung kepada warga. Salah satu hal yang paling ditekankan adalah pengawasan terhadap anak-anak agar tidak bermain atau berenang di area banjir tanpa pendampingan.
“Kami selalu ingatkan orang tua supaya anak-anak diawasi, jangan sampai bermain air tanpa pengawasan,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kutai Timur juga telah menyebarkan surat pemberitahuan mengenai kondisi cuaca dan musim hujan kepada 18 kecamatan, agar wilayah lain dapat lebih siap menghadapi potensi bencana.
Dalam wawancara tersebut, M. Naim turut mengonfirmasi adanya peristiwa duka berupa anak yang tenggelam di RT 21 dan meninggal dunia. BPBD Kutai Timur menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut.
“Kami dari BPBD tentu ikut berduka. Kejadian ini benar-benar di luar dugaan,” ucapnya.
Berdasarkan informasi yang diterima BPBD, peristiwa tersebut diduga terjadi akibat miskomunikasi di dalam keluarga. Orang tua korban mengira anaknya ikut bersama nenek ke pasar. Namun setelah nenek pulang, korban tidak ditemukan hingga akhirnya dilakukan pencarian dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
M. Naim menyebutkan, kedalaman air di lokasi kejadian diperkirakan mencapai sekitar 80 sentimeter, sehingga sangat berbahaya terutama bagi anak usia 1 hingga 2 tahun.
“Di lokasi itu kedalamannya kira-kira 80 sentimeter. Itu berbahaya sekali, apalagi korbannya masih balita,” jelasnya.
Hingga malam ini, BPBD Kutai Timur memastikan patroli tetap dilakukan untuk memantau perkembangan banjir dan berharap air segera surut sepenuhnya.(Nad)
