Kutai Timur — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kutai Timur berhasil menghimpun dana bantuan kemanusiaan sebesar Rp329.221.400 untuk membantu korban bencana di Aceh dan Sumatera. Bantuan tersebut merupakan hasil solidaritas pelajar, guru, kepala sekolah, serta masyarakat di berbagai wilayah Kutai Timur.
Ketua PMI Kabupaten Kutai Timur, Kasmidi Bulang, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut.
“Alhamdulillah, ini adalah bentuk kepedulian luar biasa dari kita semua. Walaupun bencana ini tidak ditetapkan sebagai bencana nasional, namun menjadi perhatian seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Kasmidi Bulang dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, dukungan tidak hanya datang dari wilayah perkotaan seperti Sangatta Utara, tetapi juga dari daerah pelosok seperti Sandaran. Menurutnya, kepedulian para pelajar yang menyisihkan uang saku mereka menjadi bukti kuatnya nilai kemanusiaan yang tertanam sejak dini.
“Ketika kami telusuri, sebagian besar dana ini berasal dari uang saku anak-anak sekolah. Ini sangat membanggakan dan insya Allah menjadi amal jariyah bagi kita semua,” katanya.
Kasmidi Bulang menambahkan, bantuan tersebut akan disalurkan langsung ke lokasi terdampak pascabencana, dengan fokus utama pada perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang terdampak. PMI Kutai Timur memilih menyalurkan bantuan pada fase pemulihan agar tepat sasaran dan benar-benar sesuai kebutuhan.
“Sekarang anak-anak di sana sudah mulai bersekolah kembali. Karena itu kami menilai bantuan berupa perlengkapan sekolah jauh lebih dibutuhkan saat ini,” jelasnya.
Bantuan akan dikemas dalam bentuk logistik pendidikan dan direncanakan dikirim menggunakan dua truk. Proses pengadaan dilakukan di Medan untuk memudahkan distribusi ke daerah bencana di Aceh. Rombongan PMI Kutai Timur dijadwalkan berangkat pada 28 Januari 2026 dan akan berada di lokasi selama sekitar empat hari.
Dalam misi kemanusiaan tersebut, PMI Kutai Timur juga melibatkan perwakilan pelajar tingkat SMP dan SMA dari beberapa sekolah sebagai bentuk edukasi empati dan kepedulian sosial. Sementara pelajar SD tidak diikutsertakan karena mempertimbangkan jarak tempuh dan kondisi fisik.
“Kami ingin adik-adik ini merasakan langsung makna berbagi dan empati. Namun tentu tetap kami sesuaikan dengan faktor keselamatan dan kesiapan mereka,” tambahnya.
Selain bantuan dana, PMI Kutai Timur juga berkolaborasi dengan Baznas dalam penyaluran perlengkapan ibadah, termasuk Al-Qur’an, sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
Sebagai bentuk apresiasi, PMI Kutai Timur akan memberikan piagam penghargaan kepada sekolah, individu, dan pihak swasta yang telah berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
“Kami mewakili seluruh masyarakat Kutai Timur akan mengantarkan amanah ini langsung ke saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera. Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan semua pihak,” tutup Kasmidi Bulang.(IB)
