Industri fashion Kalimantan Timur perlahan bergerak menuju fase baru dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan kolaboratif. Anas Maghfur, pelaku fashion asal Samarinda sekaligus Owner Aemtobe dan Founder Fascreeya Indonesia, menilai bahwa penguatan cerita lokal dan ekosistem menjadi kunci agar fashion daerah mampu bersaing di tingkat nasional.

Berangkat dari pengalamannya sejak 2006 di dunia kreatif, Anas melihat banyak potensi desainer muda Kalimantan Timur yang belum terwadahi secara optimal. Keterbatasan akses, jejaring, dan ruang kolaborasi membuat banyak karya berhenti di level produksi tanpa mampu menembus pasar yang lebih luas.

Melalui Fascreeya Indonesia, Anas menghadirkan pendekatan berbasis komunitas yang fokus pada pendampingan berkelanjutan. Para desainer dan pengrajin tidak hanya difasilitasi untuk berkarya, tetapi juga diarahkan memahami proses industri, mulai dari konseptual, produksi, hingga presentasi karya dalam event dan pameran.

Menurutnya, fashion memiliki peran strategis sebagai media komunikasi budaya. Setiap desain harus memiliki narasi, filosofi, dan pesan yang kuat agar memiliki nilai lebih di mata publik. Pendekatan ini menjadi ciri khas karya-karya Aemtobe yang mengangkat isu lingkungan dan kekayaan hayati Kalimantan.

Anas juga menyoroti pentingnya kesiapan pelaku lokal dalam menyambut kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia menegaskan bahwa momentum pembangunan nasional di Kalimantan Timur harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia kreatif agar pelaku lokal tidak tersisih oleh arus industri dari luar daerah.

Selain membangun komunitas, Anas mendorong pembentukan asosiasi fashion yang lebih formal dan profesional. Asosiasi ini diharapkan mampu menjadi ruang advokasi, standardisasi, serta jembatan antara pelaku industri kreatif dengan pemerintah dan sektor pendukung lainnya.

Dalam menghadapi era digital, Anas menilai media sosial sebagai instrumen penting untuk membangun identitas brand dan memperluas jangkauan pasar. Konsistensi konten dan kejelasan konsep dinilai lebih penting dibanding sekadar kehadiran di banyak platform.

Ke depan, Anas berharap fashion Kalimantan Timur dapat tumbuh sebagai industri yang berakar pada budaya lokal namun berorientasi global. Dengan kolaborasi lintas sektor dan kesadaran kolektif, ia optimistis pelaku fashion daerah mampu menjadi tuan rumah di wilayahnya sendiri sekaligus tampil di panggung nasional.(HW)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *