SANGATTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur menggelar simposium kedokteran bertajuk Sangatta Neuroscience Update untuk memperkuat kapasitas tenaga medis dalam penanganan stroke dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan rujukan.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur, Sabtu (24/10/2026), ini digelar dalam rangka memperingati Hari Stroke Sedunia, Hari Ulang Tahun Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta Hari Ulang Tahun Kabupaten Kutai Timur.
Simposium tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri atas dokter umum, dokter spesialis, perawat, dan bidan. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pakar di bidang neuroscience dari berbagai rumah sakit rujukan nasional, di antaranya RSCM Jakarta, RSUD Dr. Soetomo Surabaya, RS PON Jakarta, dan RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Kegiatan ini dihadiri Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman sekaligus membuka acara.Selain itu dihadiri pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi profesi, serta pemangku kepentingan sektor kesehatan.
Selain Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur dr. Yuana Sri Kurniawati, sambutan juga disampaikan Ketua Pengurus Besar IDI, Deputi Direksi Wilayah VIII BPJS Kesehatan RI, serta Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI, Ghotama Airlangga, SKM., MKM.
Dalam sambutannya, dr. Yuana Sri Kurniawati menegaskan bahwa stroke masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat karena dapat menyebabkan kematian maupun kecacatan jangka panjang. Karena itu, kecepatan dan ketepatan diagnosis serta penanganan awal menjadi faktor penting dalam meningkatkan peluang keselamatan pasien.
“Kita mengenal istilah dalam penanganan stroke: Time is Brain atau waktu adalah otak. Setiap detik sangat berharga dalam menyelamatkan sel-sel otak pasien stroke. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat serta kesiapan fasilitas dan tenaga kesehatan dalam merespons gejala stroke secara cepat dan tepat adalah kunci utama penanganan,” kata Yuana.
Ia menjelaskan, perkembangan ilmu neuroscience, termasuk inovasi pemetaan saraf dan teknologi rehabilitasi berbasis neuroplastisitas, membuka peluang pemulihan yang lebih baik bagi pasien stroke.

Melalui simposium ini, Dinkes Kutim mendorong pemutakhiran pengetahuan medis, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta penguatan kolaborasi antarprofesi. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung penerapan standar pelayanan yang optimal, baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun rumah sakit rujukan.
Perkuat Jejaring Layanan Rujukan
Penguatan kapasitas tenaga medis melalui kegiatan ilmiah ini menjadi bagian dari upaya Dinkes Kutai Timur dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, terutama pada penyakit yang membutuhkan penanganan cepat dan terintegrasi.
Dinkes Kutim juga terus memperkuat jejaring pelayanan rujukan untuk penyakit Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU), serta Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Penguatan tersebut diintegrasikan dengan program prioritas pembangunan sektor kesehatan di daerah.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur turut mendorong lima program prioritas sektor kesehatan, yakni pemberian bantuan bagi tenaga kesehatan, perbaikan sarana dan prasarana kesehatan, percepatan penurunan stunting, penyediaan jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, serta operasional dokter keliling untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.
Melalui rangkaian upaya tersebut, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan diharapkan berjalan seiring dengan penguatan fasilitas dan sistem rujukan. Dengan demikian, masyarakat Kutai Timur dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang lebih cepat, tepat, dan berkualitas, khususnya dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan seperti stroke.

