‎Kutai Timur, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperketat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi mendekati penghujung tahun. Sebagai langkah antisipasi awal, BPBD Kutim telah mendistribusikan sarana dan prasarana (sapras) berupa unit perahu pemadam dan evakuasi ke sejumlah kecamatan hingga wilayah Rukun Tetangga (RT) yang masuk dalam pemetaan kawasan rawan banjir.
‎
‎Kepala BPBD Kutim, Sulastin, menyampaikan bahwa pendistribusian logistik dan armada penanganan banjir ini sengaja dipercepat agar setiap wilayah memiliki kesiapan mandiri saat intesitas hujan mulai meningkat tajam. Langkah ini krusial mengingat karakteristik wilayah Sangatta dan sekitarnya tergolong sangat rentan tergenang air meskipun hanya diguyur hujan dengan durasi singkat.  
‎
‎”Untuk banjir-banjir itu sudah ini. Tetapi kalau untuk itu semua di kecamatan sudah terdistribusi untuk perahunya. Di RT pun ada yang sudah kita berikan. Kayak di Sangatta ini kan banyak sekali tempat titik-titik banjir, kalau yang hujan aja sudah banjir,” ungkap Kepala BPBD Kutim Sulastin  di ruang kerjanya belum lama ini.
‎
‎Guna memastikan seluruh peralatan siap pakai saat darurat, pihak BPBD menekankan pentingnya pemeliharaan rutin sapras yang kini berada di genggaman masing-masing pengurus wilayah. Evaluasi kondisi peralatan secara berkala terus dilakukan agar kendala teknis seperti alat rusak akibat kurang terpelihara tidak sampai menghambat proses penanganan warga saat musibah banjir melanda.
‎
‎”Mudah-mudahan yang di kecamatan itu masih terpelihara dengan baik gitu loh, jadi jika banjir bisa difungsikan. Tapi di kecamatan kan ada kendala tuh, mereka ada yang sudah rusak kan karena tidak terpelihara itu tadi. Jadi harus diinventarisir lagi saprasnya, kan berbeda karhutla dengan banjir,” tegas Sulastin
‎
‎Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG selaku mitra teknis daerah, puncak curah hujan diprediksi akan berlangsung intens pada periode November hingga Desember. Melalui pengecekan rutin serta kesiapan sapras di level RT dan kecamatan ini, Pemkab Kutim berharap penanganan dampak banjir serta potensi bencana susulan seperti longsor dapat dimaksimalkan sejak dini. (adv/fan).

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *