KUTAI TIMUR – Budidaya madu kelulut menjadi salah satu kegiatan produktif yang dikembangkan masyarakat Desa Bukit Harapan, Kecamatan Kaliorang. Kegiatan tersebut dijalankan oleh kelompok masyarakat dan menjadi bagian dari pengembangan usaha berbasis potensi desa.

Kepala Desa Bukit Harapan, Heri Wibowo, mengatakan budidaya madu kelulut telah memberikan hasil produksi yang cukup besar. Pengelolaan dilakukan oleh kelompok masyarakat yang mengembangkan usaha tersebut secara mandiri.

Produksi madu kelulut yang dihasilkan kelompok masyarakat mencapai puluhan liter setiap bulan. Jumlah tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan budidaya telah berjalan secara rutin dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

“Termasuk madu kelulut. Itu lumayan, artinya mereka madu kelulut itu produksinya sebulan itu sudah sampai 50 bahkan sampai 60 liter,” kata Heri.

Pengembangan madu kelulut dilakukan bersamaan dengan upaya desa mendorong kegiatan budidaya masyarakat. Kemitraan dengan perusahaan menjadi salah satu bagian dalam pengembangan kegiatan produktif yang dijalankan kelompok di Desa Bukit Harapan.

Heri menyebut kegiatan budidaya tersebut menjadi salah satu pilihan usaha masyarakat di desa. Selain pertanian yang menjadi aktivitas utama warga, kelompok masyarakat juga mengembangkan usaha budidaya yang dapat menghasilkan produk secara rutin.

“Di sini juga ada yang bermitra dengan perusahaan-perusahaan yang ada, contohnya budidaya madu kelulut,” ujarnya.

Dengan produksi yang mencapai 50 hingga 60 liter per bulan, madu kelulut menjadi salah satu potensi usaha kelompok masyarakat Desa Bukit Harapan. Pengembangan kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperluas aktivitas ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi yang ada di desa.(ADV/Mei)

By IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *