Kutai Timur, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar rapat koordinasi virtual melalui Zoom Meeting untuk menyamakan persepsi terkait sistem pelaporan data kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini diambil guna mencegah ketidaksesuaian data serta penggelembungan angka luas lahan yang terdampak kebakaran di lapangan.
Kepala BPBD Kutim, Sulastin, mengungkapkan bahwa evaluasi pelaporan ini sangat penting mengingat sering terjadinya perbedaan pencatatan antara total luas kepemilikan lahan warga dengan area riil yang terbakar. Melalui sinkronisasi ini, mekanisme laporan penanganan diharapkan menjadi lebih akurat dan presisi.
”Kita ini mau menyamakan persepsi dulu sebenarnya hari ini, kita mau zoom dengan pusat. Bagaimana sih sebenarnya laporan ini, kadang-kadang ada beda-bedanya gitu loh laporan. Jadi kita samakan persepsi hari ini. Nah, kayaknya ini menurut mereka ini perlu diperbaiki dulu,” kata Kepala BPBD Kutim Sulastin saat dikonfirmasi di ruang kerjanya belum lama ini.
Sulastin memberikan gambaran riil mengenai kekeliruan pencatatan yang kerap terjadi di lapangan. Dalam beberapa kasus, seluruh area lahan warga sering kali dihitung terbakar, padahal tim pemadam di lapangan berhasil melokalisir dan memadamkan api sehingga hanya sebagian kecil lahan saja yang hangus.
”Jadi biar jelas seperti apa sih lahan terdampak, bagaimana penanganannya itu dilaporkan seperti apa. Kan lahan luas. Misalnya saya punya lahan sekian, tapi yang terbakar cuma sekian. Yang kita tangani bisa 1 hektar, tapi yang terbakar cuma sepertiganya, berarti sepertiganya aja gitu. Nah, terkadang laporannya kan 1 hektar, padahal yang kebakaran cuma sepertiganya,” terang Sulastin
Berdasarkan data rekapitulasi BPBD Kutim, hingga saat ini tercatat ada sebanyak 145 kejadian kebakaran yang tersebar di seluruh kecamatan, dengan titik lokasi terbanyak berada di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Melalui sinkronisasi data bersama BNPB ini, Pemkab Kutim berharap sajian data karhutla ke depan dapat lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan secara akurat.(adv/fan)

